KOMISI VII : SIARAN PIALA DUNIA DI TVRI DORONG PERPUTARAN EKONOMI DAERAH
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
11 June 2026
16149450
IQPlus, (11/6) - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga menilai penyelenggaraan dan penayangan siaran Piala Dunia 2026 di TVRI berpotensi mendorong perputaran ekonomi daerah serta meningkatkan aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Lamhot dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, mengatakan berbagai ajang olahraga internasional selama ini terbukti mampu menciptakan aktivitas ekonomi baru yang menjangkau hingga tingkat masyarakat.
"Piala Dunia bukan hanya peristiwa olahraga. Di banyak negara, termasuk Indonesia, ajang ini juga menjadi penggerak aktivitas ekonomi," katanya.
Menurut dia, siaran pertandingan yang dapat diakses secara luas melalui TVRI membuka peluang masyarakat menggelar kegiatan nonton bersama di berbagai daerah. Aktivitas tersebut berpotensi meningkatkan permintaan terhadap produk dan jasa yang disediakan pelaku UMKM.
Lamhot mengatakan sektor kuliner menjadi salah satu yang berpotensi memperoleh manfaat langsung dari meningkatnya aktivitas masyarakat selama turnamen berlangsung.
"Setiap kegiatan nonton bersama pasti diikuti aktivitas konsumsi. Mulai dari makanan ringan, kopi, minuman, hingga berbagai produk kuliner lokal. Di sinilah UMKM mendapatkan peluang untuk meningkatkan pendapatan mereka," ujarnya.
Selain sektor makanan dan minuman, perputaran ekonomi juga diperkirakan terjadi pada sektor perdagangan ritel. Penjualan atribut sepak bola seperti kaus, syal, bendera, dan berbagai produk bertema sepak bola berpotensi meningkat selama kompetisi berlangsung.
Ia menambahkan pelaku usaha percetakan dan industri kreatif lokal juga berpeluang memperoleh manfaat ekonomi dari meningkatnya permintaan spanduk, baliho, dekorasi acara, kaus komunitas, hingga materi promosi kegiatan nonton bersama.
Menurut Lamhot, sektor jasa turut berpotensi memperoleh dampak positif, antara lain penyedia layar LED, jasa penyewaan proyektor, sistem tata suara, dokumentasi, hingga penyelenggara acara lokal.
Ia mengatakan peningkatan aktivitas konsumsi masyarakat pada momentum olahraga berskala besar dapat menciptakan efek berganda terhadap berbagai sektor ekonomi.
"Ketika masyarakat berkumpul menyaksikan pertandingan, terjadi peningkatan konsumsi yang berdampak langsung terhadap pelaku usaha kecil dan menengah," katanya. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
