KINERJA SOLID 2025, ERAJAYA (ERAA) BAGIKAN DIVIDEN Rp389,62 MILIAR
Share via
Terbit Pada
01 July 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 01-08-2025, 04:00:pm
18153202
IQPlus, (1/7) - PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) resmi memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp25 per lembar saham dengan total nilai mencapai Rp389,62 miliar kepada para pemegang saham. Keputusan strategis ini telah mendapatkan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) yang digelar di Jakarta. Langkah ini bertepatan dengan momentum penting emiten ritel telekomunikasi tersebut yang mulai memasuki tiga dekade perjalanan bisnisnya di Indonesia.
Wakil Direktur Utama PT Erajaya Swasembada Tbk, Hasan Aula, menyatakan bahwa pembagian dividen ini merupakan bentuk komitmen perseroan dalam memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pemegang saham. Kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun buku 2025 menjadi landasan kuat di balik kebijakan tersebut. Manajemen menegaskan akan terus memperkuat inovasi serta diversifikasi bisnis agar perusahaan tetap adaptif dan relevan dalam memenuhi kebutuhan pasar.
Sepanjang tahun buku 2025, Erajaya berhasil membukukan penjualan bersih yang impresif sebesar Rp76,6 triliun. Dari pendapatan tersebut, perseroan mencatatkan laba kotor sebesar Rp8,35 triliun dengan margin laba kotor yang terjaga di level 10,9%. Pertumbuhan positif ini dinilai sebagai hasil nyata dari konsistensi perusahaan dalam mengeksekusi strategi diversifikasi usaha di tengah dinamika pasar yang terus berubah.
Meskipun bisnis digital dan ritel perangkat telekomunikasi masih mendominasi dengan kontribusi sebesar 74%, vertikal bisnis baru bentukan perseroan mulai menunjukkan taji. Sektor international business menyumbang 14,8%, diikuti oleh active lifestyle sebesar 7,5%, dan food & nourishment sebesar 3,8%. Portofolio baru seperti merek XPENG di sektor kendaraan listrik, ritel olahraga ANTA dan Wilson, serta gerai kuliner CHAGEE kini menjadi mesin pertumbuhan baru yang membuat fundamental perusahaan lebih seimbang. Tren pertumbuhan ini terus berlanjut secara masif hingga periode awal tahun berikutnya.
Pada Kuartal I 2026, Erajaya mencatatkan lonjakan penjualan bersih sebesar 41,1% secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp22,4 triliun. Peningkatan kinerja yang merata di seluruh lini bisnis ini didukung oleh penguatan ekosistem omnichannel serta jaringan ritel fisik yang kini telah mengoperasikan lebih dari 2.400 gerai di seluruh Indonesia.
Selain fokus pada ekspansi komersial, perusahaan yang didirikan sejak tahun 1996 ini juga berkomitmen menjalankan praktik bisnis yang berkelanjutan lewat inisiatif ESG. Sepanjang tahun 2025, Erajaya aktif mengelola limbah elektronik, melakukan konservasi lingkungan di Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda Bandung, hingga mengembangkan program pendidikan vokasi.
Pada tahun 2026, ekspansi jaringan toko akan terus diakselerasi, terutama membidik wilayah potensial di luar pulau Jawa. Melalui RUPS Tahunan tersebut, para pemegang saham juga resmi menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan. Rapat menerima pengunduran diri Lim Bing Tjay dari jabatannya selaku Komisaris Independen terhitung sejak akhir Maret 2026. Sebagai gantinya, mantan Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, resmi diangkat untuk mengisi posisi Komisaris Independen PT Erajaya Swasembada Tbk yang baru. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
