BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    KINERJA POSITIF BERLANJUT, PGUN CATAT PENJUALAN RP166,54 MILIAR DI KUARTAL I

    Terbit Pada

    09 June 2026

    Saham Terkait

    Terakhir diperbarui: 08-06-2026, 09:53:am

    15935250

    IQPlus, (9/6) - Perusahaan perkebunan dan industri kelapa sawit terintegrasi PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) melanjutkan tren kinerja positif pada triwulan pertama 2026. Perseroan membukukan penjualan bersih sebesar Rp166,54 miliar dan laba bersih Rp32,48 miliar hingga 31 Maret 2026, mencerminkan keberlanjutan fundamental usaha yang kuat di tengah dinamika industri kelapa sawit.

    Capaian tersebut disampaikan manajemen dalam Paparan Publik Tahunan 2026. Direktur Utama PGUN, Jonet Budiarto, mengatakan kinerja perseroan didukung oleh strategi peningkatan produktivitas kebun, efisiensi operasional, serta penguatan tata kelola perusahaan yang berkelanjutan.

    Dari sisi neraca, posisi keuangan PGUN juga menunjukkan kondisi yang sehat. Hingga akhir Maret 2026, total ekuitas perseroan mencapai Rp1,95 triliun dengan rasio utang terhadap ekuitas (Debt to Equity Ratio/DER) sebesar 0,17 kali, yang mencerminkan tingkat leverage yang relatif rendah.

    Kinerja pada awal tahun ini melanjutkan pencapaian sepanjang 2025. Perseroan mencatat penjualan bersih sebesar Rp792,72 miliar, meningkat 7% dibandingkan Rp738,57 miliar pada 2024. Laba kotor naik 27% menjadi Rp277,30 miliar dari Rp218,92 miliar, dengan margin laba kotor mencapai 35%.

    Sementara itu, laba bersih PGUN sepanjang 2025 melonjak 101% menjadi Rp159,31 miliar dibandingkan Rp79,18 miliar pada tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut didorong oleh penguatan harga pasar produk sawit serta keberhasilan perseroan menjaga efisiensi operasional. Laba per saham dasar juga meningkat menjadi Rp27,76 per saham.

    Dari sisi operasional, produksi Tandan Buah Segar (TBS) pada 2025 mencapai 238.404 metrik ton, naik 7% dibandingkan 223.235 metrik ton pada 2024. Perseroan juga memproduksi 50.286 ton minyak sawit mentah (CPO) dan 9.707 ton inti sawit (PK), dengan seluruh hasil produksi diserap oleh pasar domestik. Peningkatan produksi tersebut ditopang oleh program pemeliharaan dan pemupukan tanaman yang optimal. (end)