KESDM SEBUT PERTAMINA DAN MEDCO MULAI SERAP MINYAK SUMUR RAKYAT
Share via
Terbit Pada
18 May 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 24-04-2026, 09:10:am
13824533
IQPlus, (19/5) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) menyampaikan program sumur rakyat sudah berlangsung di Sumatera Selatan (Sumsel) dan Jawa Tengah (Jateng), dan produksinya sudah diserap oleh Pertamina dan MedcoEnergi.
"Sementara ini Pertamina dan Medco," kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Laode Sulaeman ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin.
Untuk saat ini, tutur dia melanjutkan, minyak yang diproduksi oleh sumur rakyat dibeli oleh Pertamina dan MedcoEnergi. Hal tersebut dikarenakan lapangan-lapangan milik Pertamina dan MedcoEnergi bersinggungan dengan sumur rakyat.
Lebih lanjut, Laode menyampaikan masyarakat di Sumsel dan Jateng sedang bersemangat untuk memproduksi minyak. Akan tetapi, ia belum menghitung berapa total produksi sumur rakyat per hari ini.
"Kita mengejar 610 ribu barel per hari. Jadi, (produksi) sehari 100-200 barel pun akan kami kejar," ujar Laode.
Capaian tersebut merupakan realisasi dari Peraturan Menteri ESDM No. 14 Tahun 2025 yang mengatur kerja sama pengelolaan bagian wilayah kerja untuk meningkatkan produksi minyak dan gas bumi (migas), khususnya melalui reaktivasi sumur tua dan pengolahan sumur masyarakat secara legal.
Hasil minyak dari sumur rakyat akan dibeli oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), seperti Pertamina dan MedcoEnergi, dengan harga 80 persen dari harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP).
Koperasi Blora Migas Energi (BME) dilaporkan mulai mengirimkan minyak mentah yang dihasilkan dari sumur rakyat ke Pertamina sebagai langkah awal penguatan produksi energi daerah sekaligus mendukung target lifting minyak nasional.
"Minyak mentah yang dikirim dari sumur rakyat di Desa Plantungan, Kecamatan Blora, dengan total sekitar 15 ribu liter minyak mentah," kata Ketua Koperasi BME Blora Sutrisno di Blora, Jawa Tengah, Selasa (12/5).
Hal itu, kata dia, menjadi langkah awal yang baik, sehingga nantinya bisa membantu peningkatan lifting minyak dan mendukung kemandirian energi.
Pengiriman sampel dari Plantungan, kata dia, dilakukan pada Senin (11/5) menggunakan empat unit truk tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter.
Ia mengungkapkan seluruh pengiriman minyak mentah wajib melalui tahapan pengujian kualitas oleh PT Pertamina sebelum diterima. Salah satu syarat utamanya, yakni kadar air maksimal 0,5 persen sesuai perjanjian kerja sama. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
