BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

KESDM : KORIDOR HIDROGEN FONDASI PENGHUBUNG KE PUSAT PERTUMBUHAN

Kategori

Ekonomi Bisnis

Terbit Pada

22 July 2026

20254963

IQPlus, (22/7) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menilai pengembangan koridor hidrogen hijau (Green Hydrogen Corridor) menjadi fondasi dalam membangun ekosistem hidrogen yang menghubungkan pusat produksi energi dengan kawasan industri, pelabuhan, hingga pusat pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) ESDM Prahoro Nurtjahyo mengatakan keberhasilan industri hidrogen tidak hanya bergantung pada kemampuan produksi, tetapi juga bagaimana membangun rantai pasok yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

"Green Hydrogen Corridor bukanlah tujuan akhir. Ini melainkan fondasi menuju terbentuknya jaringan koridor hidrogen nasional yang menghubungkan pusat produksi energi bersih dengan kawasan industri, pelabuhan, dan pusat pertumbuhan ekonomi Indonesia," katanya di Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan, Green Hydrogen Corridor tidak sekadar membangun jaringan produksi hidrogen hijau, melainkan menciptakan rantai pasok yang mengintegrasikan Green Hydrogen Plant, Hydrogen Refueling Station (HRS), kawasan industri, jaringan logistik, pelabuhan, serta pengguna akhir dalam satu koridor ekonomi rendah karbon.

"Pemerintah memetakan koridor awal sepanjang 194 kilometer yang menghubungkan Jakarta, Karawang, Patimban sebagai koridor percontohan pengembangan ekosistem hidrogen Indonesia," ucap Prahoro.

Katanya, penentuan koridor tersebut dilakukan melalui analisis spasial, teknis, ekonomi, dan logistik secara komprehensif sehingga menghasilkan jaringan yang optimal dari sisi teknis maupun keekonomian.

Dalam pengembangan tahap awal, Kementerian ESDM mengidentifikasi 12 lokasi potensial yang mewakili berbagai rantai pasok hidrogen yang pengembangannya dilakukan secara bertahap.

Pada tahap awal implementasi, Green Hydrogen Corridor mengusung pembangunan HRS berkonsep onsite menggunakan Proton Exchange Membrane (PEM) electrolyser dengan kapasitas produksi 100 kilogram hidrogen per hari sebagai model penerapan ekosistem hidrogen nasional. (end)