KEMNAKER PERKUAT ANALISIS PASAR KERJA-PERENCANAAN PELATIHAN VIA AI
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
20 July 2026
20033573
IQPlus, (20/7) - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperkuat analisis pasar kerja dan perencanaan pelatihan melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) guna mendukung kebijakan ketenagakerjaan yang lebih adaptif, berbasis data dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemnaker Cris Kuntadi dalam keterangannya di Jakarta, Senin, mengatakan teknologi digital, khususnya AI, telah menjadi katalis utama yang mengubah lanskap dunia kerja, metode pembelajaran, hingga cara pemerintah merancang kebijakan publik.
"Mandat besar Kemnaker adalah memastikan tenaga kerja kita tidak tertinggal. Tantangannya bukan sekadar menyediakan pelatihan, tetapi memastikan pelatihan tersebut relevan dengan perkembangan industri. Di sinilah peran AI menjadi krusial," ujar Cris.
Lebih lanjut, ia memaparkan empat peran krusial AI dalam mendukung ekosistem ketenagakerjaan, yakni memetakan kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor industri secara cepat, mengidentifikasi kesenjangan kompetensi yang harus segera ditutup, menyusun perencanaan pelatihan yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan industri, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti, bukan sekadar asumsi.
Meski demikian, Cris mengingatkan bahwa teknologi hanyalah alat bantu. Kunci utama keberhasilan transformasi ini tetap berada pada kesiapan sumber daya manusia (SDM).
Aparatur pemerintah dan tenaga kerja, lanjut dia, dituntut memiliki pola pikir adaptif dan semangat belajar yang berkelanjutan.
"Mari jadikan AI sebagai mitra strategis untuk meningkatkan layanan publik, memperkuat efektivitas organisasi, dan mendongkrak daya saing tenaga kerja Indonesia di kancah global," ujarnya.
Cris mengatakan dirinya optimistis Indonesia mampu melakukan lompatan besar menuju masa depan ketenagakerjaan yang lebih unggul.
"Modal besar berupa jumlah tenaga kerja yang melimpah, semangat gotong royong, dan budaya belajar digital harus dipadukan secara apik dengan kekuatan teknologi AI," kata dia. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
