KEMENTERIAN ESDM BERIKAN KUOTA PRODUKSI BATU BARA DI ATAS 600 JUTA TON
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
17 June 2026
16749477
IQPlus, (17/6) - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot memastikan pemerintah akan memberikan kuota produksi batu bara hingga di atas 600 juta ton sebagai bentuk kebijakan relaksasi di tengah melonjaknya harga batu bara.
"Ya, pasti (di atas 600 juta ton). Menyesuaikan dengan kebutuhan di dalam negeri," ujar Yuliot ketika dijumpai di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu.
Yuliot menyampaikan Kementerian ESDM sudah melakukan evaluasi ihwal kebutuhan batu bara di dalam negeri, termasuk kebutuhan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) PLN.
Dari 154 juta ton batu bara yang dibutuhkan oleh PLN, Kementerian ESDM mencatat yang sudah berkontrak sebesar 134 juta ton batu bara. Dengan demikian, PLN masih memerlukan 20 juta ton batu bara untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listriknya.
"Kekurangan 20 (juta ton) itu lagi diusahakan," ujar Yuliot.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan pemerintah akan memberlakukan relaksasi kuota produksi batu bara menyusul kenaikan harga komoditas tersebut akibat perang Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran.
Bahlil menyampaikan relaksasi terukur untuk kuota produksi batu bara itu merupakan langkah pemerintah mengikuti perkembangan harga batu bara.
Harga batu bara acuan (HBA) periode II Juni 2026 ditetapkan sebesar 123,91 dolar AS per ton.
Angka tersebut lebih tinggi apabila dibandingkan dengan HBA pada periode kedua bulan Mei 2026 sebesar 116,32 dolar AS per ton.
Idealnya, tutur Bahlil, ketika harga bagus, produksi pun harus banyak untuk mendapatkan dampak yang positif.
Akan tetapi, Bahlil belum menetapkan berapa kuota produksi batu bara setelah menetapkan kebijakan relaksasi produksi. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
