BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    KEMENTAN PERKUAT INTEGRASI PETERNAKAN-PERKEBUNAN DEMI PANGAN RI

    Kategori

    Ekonomi Bisnis

    Terbit Pada

    09 April 2026

    09856568

    IQPlus, (9/4) - Kementerian Pertanian memperkuat integrasi peternakan dan perkebunan melalui Sistem Integrasi Sapi-Kelapa Sawit (SISKA) guna meningkatkan efisiensi usaha, menekan biaya pakan, serta mendukung ketahanan pangan nasional berkelanjutan.

    "Sistem Integrasi Sapi-Kelapa Sawit atau SISKA ini sebagai langkah strategis meningkatkan produktivitas peternak sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional," kata Direktur Pakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Tri Melasari dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

    Dia menekankan hal itu dalam forum internasional The 3rd Integrated Cattle and Oil Palm Conference (ICOP) 2026 di Pekanbaru, Riau, yang menyoroti pentingnya integrasi usaha peternakan dan perkebunan sebagai solusi efisiensi dan keberlanjutan.

    Tri menegaskan SISKA merupakan bagian dari strategi besar pembangunan peternakan yang berkelanjutan melalui sistem produksi yang efisien dan berbasis sumber daya lokal.

    "Dalam konteks tersebut, integrasi sapi dengan perkebunan kelapa sawit yang kita bahas dalam ICOP ini menjadi sangat relevan dan strategis," tegasnya.

    Menurut dia, penguatan SISKA tidak hanya berorientasi pada peningkatan populasi ternak, tetapi juga memastikan keberlanjutan usaha peternak melalui efisiensi biaya dan peningkatan daya saing.

    Melalui penguatan SISKA, lajut Tri, pemerintah berupaya menghadirkan solusi konkret bagi peternak, tidak hanya dalam meningkatkan produksi, tetapi juga melindungi keberlanjutan usaha mereka di tengah dinamika global.

    "Pendekatan ini sekaligus menunjukkan kehadiran negara dalam menciptakan sistem peternakan yang lebih tangguh, efisien, dan berpihak pada peternak," tutur Tri.

    Ia menambahkan dengan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha, implementasi SISKA diharapkan terus berkembang dan memberikan dampak nyata bagi peternak di berbagai daerah, sekaligus mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional berbasis protein hewani.

    Sementara itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menilai integrasi subsektor peternakan dan perkebunan sebagai kunci penguatan ekonomi berbasis sumber daya dalam negeri.

    "Indonesia tidak kekurangan sumber daya. Yang kita butuhkan adalah cara mengelolanya secara lebih terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan," kata Rachmat.

    Menurutnya pula integrasi sapi dengan kebun kelapa sawit memberikan manfaat langsung, mulai dari efisiensi biaya pakan melalui pemanfaatan limbah perkebunan, peningkatan produktivitas ternak, hingga tambahan sumber pendapatan. (end/ant)