KEMENPERIN : TEMU BISNIS BUKA PELUANG KERJA SAMA BARU IKM KERAJINAN NASIONAL
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
16 March 2026
07429206
IQPlus, (16/3) - Kementerian Perindustrian terus memperkuat pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) kerajinan nasional melalui perluasan akses pasar dan penguatan jejaring kemitraan usaha. Upaya ini dilakukan melalui berbagai program pembinaan, salah satunya dengan mempertemukan pelaku IKM dengan calon buyer, mitra industri, serta pemangku kepentingan terkait dalam kegiatan business matching.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, temu bisnis menjadi salah satu langkah strategis untuk memperluas jaringan pemasaran sekaligus membuka peluang kemitraan bagi pelaku IKM, termasuk dari sektor IKM produk kerajinan.
"Melalui forum business matching, pelaku IKM kerajinan dapat berinteraksi langsung dengan buyer dan mitra industri sehingga membuka peluang kerja sama yang lebih luas. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat ekosistem industri kerajinan nasional agar semakin berdaya saing," ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Senin (16/3).
Menperin mengatakan industri kerajinan merupakan salah satu sektor yang memiliki potensi besar dalam meningkatkan nilai tambah ekonomi sekaligus memperkuat identitas budaya Indonesia di pasar global.
"Industri kerajinan Indonesia memiliki keunggulan pada kreativitas, kekayaan budaya, serta keterampilan para perajin. Pemerintah terus berupaya memaksimalkan penguatan daya saing sektor ini melalui berbagai program pembinaan, termasuk membuka akses pasar yang lebih luas dan berkelanjutan melalui kegiatan business matching," tuturnya.
Menurut Menperin, penguatan konektivitas antara pelaku IKM dengan buyer dan mitra industri menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan industri kerajinan nasional. Selain itu, sinergi dengan sektor hospitality juga membuka peluang pemanfaatan produk kerajinan sebagai bagian dari dekorasi interior, furnitur, maupun berbagai kebutuhan operasional hotel dan restoran.
Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) menyelenggarakan kegiatan Business Matching IKM Kerajinan 2026 di Yogyakarta pada 10 Maret 2026. Kegiatan ini mempertemukan pelaku IKM kerajinan dengan berbagai calon pembeli (buyer), mitra industri, asosiasi, serta pemangku kepentingan dari sektor hospitality seperti hotel dan restoran.
Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita menjelaskan, kegiatan business matching merupakan salah satu strategi Ditjen IKMA dalam memperluas jaringan pemasaran sekaligus meningkatkan kesiapan IKM untuk memasuki pasar yang lebih luas.
"Melalui kegiatan business matching ini, pelaku IKM kerajinan dapat berinteraksi langsung dengan buyer dan mitra industri sehingga membuka peluang kerja sama yang lebih luas. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat ekosistem industri kerajinan nasional agar semakin berdaya saing," ungkap Reni.
Dirjen IKMA juga menambahkan bahwa produk kerajinan Indonesia terbukti mampu menembus pasar ekspor dan menunjukkan kinerja yang cukup positif. Berdasarkan data Kemenperin, nilai ekspor produk kerajinan Indonesia pada tahun 2025 mencapai USD806,63 juta, meningkat 15,46 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar USD698,62 juta. Pasar utama produk kerajinan Indonesia antara lain China, Taiwan, Amerika Serikat, Jepang, serta negara-negara di kawasan Eropa.
"Peningkatan kinerja ekspor ini menunjukkan produk kerajinan nasional memiliki potensi besar untuk terus berkembang di pasar global. Oleh karena itu, peningkatan kualitas produk, inovasi desain, konsistensi kualitas produksi, serta penguatan jaringan pemasaran menjadi hal yang sangat penting untuk terus diperkuat oleh para pelaku IKM kerajinan," tambah Reni.
Kegiatan Business Matching IKM Kerajinan 2026 diikuti oleh 50 pelaku IKM kerajinan dari berbagai daerah di Indonesia. Selain pelaku IKM, kegiatan ini juga menghadirkan berbagai pemangku kepentingan seperti perwakilan kementerian/lembaga, asosiasi industri, hingga sektor hospitality yang berpotensi menjadi pengguna produk kerajinan dalam negeri.
Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan Kemenperin, Budi Setiawan menyampaikan, kegiatan ini tidak hanya menjadi forum pertemuan bisnis, tetapi juga ruang pembelajaran bagi pelaku IKM untuk memahami kebutuhan pasar secara lebih komprehensif.
"Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang pertemuan antara IKM dan buyer, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi pelaku IKM untuk memahami kebutuhan pasar serta meningkatkan kesiapan usaha mereka dalam menjalin kerja sama bisnis yang berkelanjutan," ujar Budi. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
