BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    KEMENPERIN PACU DAYA SAING IKM KERAJINAN LEWAT DIVERSIFIKASI PRODUK

    Kategori

    Ekonomi Bisnis

    Terbit Pada

    04 May 2026

    12331834

    IQPlus, (4/5) - Sektor industri kerajinan masih terus memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian nasional. Selain dikenal sebagai penghasil devisa, sektor ini juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) terus mengakselerasi daya saing pelaku industri kerajinan di daerah agar mampu mempertahankan sekaligus meningkatkan daya saingnya.

    "Konsumen dan buyer produk kerajinan kini semakin menyukai produk yang spesifik, unik, namun tetap memiliki fungsi yang baik, serta memiliki nilai tambah yang berbeda dari lainnya. Karena itu, diversifikasi produk menjadi kunci penting agar produk kerajinan Indonesia semakin kompetitif melalui berbagai inovasi yang menjawab kebutuhan dan selera pasar," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (3/5).

    Menurut Menperin, dinamika pasar yang terus berkembang menuntut pelaku industri untuk sigap beradaptasi dan berinovasi. Diversifikasi produk kerajinan termasuk yang diperlukan, agar hasil karya industri kecil dan menengah mampu menjangkau pasar yang lebih luas serta beragam.

    "Diversifikasi produk adalah penambahan ragam produk secara horizontal dengan tetap menggunakan bahan baku dan proses produksi yang hampir sama. Strategi ini bertujuan memperluas segmen dan target pasar tanpa harus membangun lini produksi baru dari awal," ujarnya.

    Pusat Data dan Informasi Kemenperin mencatat, ekspor industri barang kerajinan nasional pada 2025 mencapai USD 806,63 juta atau tumbuh 15,46 persen dibandingkan 2024 sebesar USD 698,62 juta. Tren positif ini berlanjut pada Januari 2026, dengan nilai ekspor mencapai USD 52,38 juta atau naik 19,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

    "Potensi industri kerajinan masih dapat terus dioptimalkan. Kita perlu mendorong pelaku IKM untuk terus berinovasi agar mampu bersaing di pasar global," kata Reni.

    Dalam rangka mengakselerasi daya saing IKM kerajinan di daerah, Ditjen IKMA menggelar Pendampingan Teknis Diversifikasi Produk IKM Kerajinan di Kabupaten Cirebon pada 14-17 April 2026. Kegiatan ini merupakan rangkaian Road to HUT Dekranas Tahun 2026. Cirebon dipilih sebagai lokasi pendampingan karena dikenal memiliki beragam produk kerajinan khas dan berkualitas.

    Reni menambahkan, meskipun terkenal dengan produk kerajinannya, pelaku IKM di Cirebon tetap memerlukan pendampingan agar semakin berani menerapkan diversifikasi produk sesuai tren pasar. Selain itu, pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dapat membantu membaca tren pasar dan mengembangkan ide kreatif baru.

    "Pelaku IKM juga dituntut memperkuat strategi pemasaran melalui platform digital agar produk mereka mampu bersaing di pasar domestik dan menjangkau pasar internasional secara lebih luas," ujarnya.

    Ditjen IKMA secara rutin juga menyelenggarakan berbagai program peningkatan daya saing IKM kerajinan melalui bimbingan teknis dan pendampingan, fasilitasi pameran dalam dan luar negeri, layanan klinik kemasan, fasilitasi Kekayaan Intelektual (KI), fasilitasi mesin dan peralatan, sertifikasi produk, restrukturisasi mesin/peralatan, serta program e-smart IKM. Selain itu, Kemenperin berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam pengembangan sentra IKM kerajinan di berbagai wilayah Indonesia. (end)