BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

KEMENPERIN KAMPANYEKAN PAKAI PERALATAN SEKOLAH LOKAL

Kategori

Ekonomi Bisnis

Terbit Pada

06 July 2026

18654759

IQPlus, (6//7) - Menyambut tahun ajaran baru 2026/2027, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengajak masyarakat untuk semakin mengutamakan penggunaan produk peralatan sekolah buatan dalam negeri. Ajakan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat struktur industri manufaktur nasional, memperluas pasar domestik, meningkatkan utilisasi industri, sekaligus memacu penciptaan lapangan kerja melalui peningkatan konsumsi produk lokal.

"Momentum tahun ajaran baru merupakan peluang besar bagi industri peralatan sekolah nasional. Potensi pasar ini harus mampu dimanfaatkan oleh industri dalam negeri melalui produk yang berkualitas, inovatif, aman, memiliki desain menarik, dan mampu bersaing dari sisi harga. Karena itu, industri nasional harus terus meningkatkan kualitas, produktivitas, efisiensi, dan inovasi agar mampu memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin dinamis," kata Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza saat membuka pameran Indonesia Student Equipment Fair (INASTEF) 2026 di Plasa Industri, Gedung Kemenperin, Jakarta, Senin (6/7).

INASTEF 2026 diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) sebagai sarana promosi, pemasaran, dan edukasi kepada masyarakat mengenai kualitas produk peralatan sekolah dalam negeri. Pameran berlangsung pada 6-9 Juli 2026 dan diikuti 39 pelaku industri yang menampilkan berbagai produk, mulai dari alat tulis, buku dan kertas, seragam sekolah, tas, sepatu, mainan edukatif, alat musik pendidikan, hingga furnitur sekolah.

Besarnya potensi pasar tersebut tercermin dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan jumlah penduduk usia sekolah (5-19 tahun) mencapai sekitar 66 juta jiwa, ditambah sekitar 22 juta anak usia dini. Kondisi tersebut menjadikan kebutuhan perlengkapan pendidikan sebagai salah satu pasar domestik yang sangat besar dan berkelanjutan bagi industri nasional.

Menurut Faisol, pemanfaatan pasar domestik harus menjadi strategi utama dalam memperkuat daya saing industri nasional di tengah dinamika ekonomi global.

"Penguatan pasar dalam negeri tidak hanya memberikan ruang pertumbuhan bagi pelaku usaha, tetapi juga meningkatkan ketahanan industri nasional melalui optimalisasi kapasitas produksi dan rantai pasok domestik," imbuhnya.

Melalui tema 'Pakai Lokal, Tampil Total, Prestasi Maksimal', INASTEF 2026 diharapkan mampu membangun kesadaran masyarakat bahwa setiap keputusan membeli produk peralatan sekolah buatan Indonesia memberikan dampak ekonomi yang luas. Selain mendukung proses belajar mengajar yang lebih baik melalui produk berkualitas, penggunaan produk lokal juga berkontribusi terhadap peningkatan investasi, penciptaan kesempatan kerja, dan penguatan industri manufaktur nasional.

Produk-produk yang dipamerkan juga menunjukkan kemampuan industri nasional dalam menghasilkan barang yang berkualitas, aman digunakan, serta memiliki desain yang semakin kompetitif. Sebagian besar produk juga memiliki kandungan lokal yang tinggi sehingga memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional. (end)