KEMENPERIN : INDUSTRI MAINAN KIAN KOMPETITIF, EKSPOR 351 JUTA DOLAR AS
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
05 October 2026
27749435
IQPlus, (5/10) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat industri mainan nasional semakin kompetitif, tercermin dari peningkatan ekspor yang mencapai 351,8 juta dolar AS pada periode Januari-Juni 2026, naik secara tahunan (year on year/YoY) dari sebelumnya 297,7 juta dolar AS.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita menyampaikan penguatan daya saing industri mainan terus dilakukan melalui peningkatan kualitas dan standardisasi produk, pengembangan kapasitas industri, serta perluasan akses pasar.
"Tantangan utama industri nasional saat ini bukan sekadar kemampuan memproduksi, melainkan bagaimana kita memastikan produk-produk buatan dalam negeri diserap dan digunakan oleh masyarakat serta mampu mengambil peluang dalam rantai pasok global," ujar Reni dikonfirmasi di Jakarta, Senin.
Menurut Reni, industri mainan memiliki potensi sebagai sektor padat karya sekaligus penghasil produk bernilai tambah. Oleh karena itu, penguatan pasar domestik dan peningkatan daya saing diperlukan agar produk mainan Indonesia semakin diminati di dalam negeri dan mampu memperluas penetrasi pasar internasional.
"Kita perlu memperkuat pasar domestik melalui penerapan standar, peningkatan penggunaan produk dalam negeri, serta penguatan daya saing agar produk mainan buatan Indonesia semakin diminati di pasar nasional dan mampu memperluas penetrasi di pasar internasional," tuturnya.
Berdasarkan data BPS 2024 dan SIINas 2025, terdapat 256 unit usaha industri mainan dengan total 15.663 tenaga kerja. Selain itu, terdapat 10 sentra IKM mainan yang tersebar di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat.
Dari sisi perdagangan, industri mainan Indonesia mencatat surplus net ekspor dalam lima tahun terakhir. Pada 2025, nilai ekspor meningkat 8,2 persen dibandingkan 2024 menjadi 664,6 juta dolar AS.
"Pasar ekspor Indonesia saat ini antara lain Amerika Serikat, Inggris, China, Australia, dan Republik Ceko, dan capaian tersebut masih membuka ruang yang besar bagi Indonesia untuk meningkatkan penetrasi dan kontribusinya di pasar global," imbuh Reni.
Kemenperin juga mendorong penguatan penggunaan produk dalam negeri, hingga 2026, sebanyak 65 pelaku industri mainan telah memiliki sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
"Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan industri mainan nasional untuk memenuhi kandungan dalam negeri telah mulai terbentuk dan perlu terus diperluas agar semakin banyak produk lokal yang dapat masuk ke pasar pengadaan pemerintah," jelasnya.
Kemenperin juga disampaikan dia, memberikan pembinaan dan fasilitasi bagi pelaku industri, khususnya IKM, mulai dari sertifikasi SNI, pendampingan ISO 9001:2015, penerapan Industri 4.0, hingga perluasan akses pasar. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
