BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    KEMENPERIN DUKUNG DIGITALISASI FURNITUR UNTUK PERKUAT EKSPOR

    Kategori

    Ekonomi Bisnis

    Terbit Pada

    04 June 2026

    15457908

    IQPlus (4/6) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendukung percepatan penerapan digitalisasi industri furnitur untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan memperkuat daya saing ekspor di tengah penguatan pemanfaatan teknologi pada sektor pengolahan kayu dan mebel nasional.

    Staf Ahli Bidang Percepatan Transformasi Industri 4.0 Kemenperin Andi Rizaldi mengatakan digitalisasi menjadi salah satu strategi penting untuk memperkuat daya saing industri furnitur nasional di pasar global.

    "Apa yang dilakukan oleh Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia atau HIMKI kami dukung. Dengan digitalisasi itu dapat membantu proses produksi, mengurangi cacat, serta meningkatkan produktivitas," kata Andi usai pembukaan Indo Wood Expo 2026 di Surabaya, Kamis.

    Sebagai informasi, digitalisasi furnitur adalah integrasi teknologi digital dalam seluruh rantai bisnis mebel yang mencakup desain, otomatisasi produksi, hingga pemasaran secara dalam jaringan. Dengan digitalisasi furnitur, memungkinkan pembuatan mebel menjadi lebih presisi, dan efisien.

    Ia menyampaikan, dukungan Kemenperin tersebut sejalan dengan tujuan penyelenggaraan Indo Wood Expo 2026 yang menjadi ajang mempertemukan pelaku industri kehutanan, pengolahan kayu, furnitur, teknologi, desain, investor, dan pembeli internasional guna memperkuat rantai nilai industri hasil hutan Indonesia.

    Selain itu, Kemenperin mengapresiasi penandatanganan nota kesepahaman antara Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) dan penyedia layanan digitalisasi Labamo yang dinilai dapat mempercepat penerapan teknologi di sektor furnitur.

    "Saya salut dengan manufaktur furnitur ini. Dengan angka utilisasi 60 persen pun, angka ekspornya sudah mencapai 80 persen dari total produksi domestik mereka," ucapnya.

    Andi menjelaskan, tingkat utilisasi industri furnitur saat ini berada pada kisaran 60 persen, sementara nilai ekspor mebel pada 2024 mencapai sekitar 1,9 miliar dolar Amerika Serikat (AS) dan pada 2025 berada di kisaran 1,8 miliar dolar AS.

    Sektor manufaktur, kata dia, secara keseluruhan masih menjadi kontributor utama ekspor nasional dengan porsi hampir 80 persen terhadap total ekspor Indonesia. (end/ant)