BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    KEMENPERIN DAN LPEI RACIK SENTRA IKM RENDANG TEMBUS PASAR EKSPOR

    Kategori

    Ekonomi Bisnis

    Terbit Pada

    18 May 2026

    13753821

    IQPlus, (18/5) - Kementerian Perindustrian terus memperkuat daya saing industri kecil dan menengah (IKM) agar mampu menembus pasar global. Melalui sinergi dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), Kemenperin semakin memacu pengembangan sentra IKM berbasis potensi daerah melalui program pembinaan yang terintegrasi, mulai dari penguatan kapasitas usaha hingga akses pasar ekspor.

    Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, pembinaan berbasis sentra IKM sejalan dengan konsep One Village One Product (OVOP) yang menitikberatkan pada pengembangan produk unggulan daerah berbasis kearifan lokal. Menurutnya, pendekatan tersebut tidak hanya meningkatkan daya saing produk, tetapi juga memperkuat ekonomi masyarakat dan menciptakan kemandirian daerah.

    "Pendekatan OVOP diarahkan untuk mengangkat potensi unggulan daerah agar mampu menghasilkan produk yang berdaya saing, diterima pasar nasional maupun global, sekaligus memberikan dampak positif terhadap penguatan ekonomi daerah," kata Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Senin (18/5).

    Agus menjelaskan, Kemenperin secara konsisten menjalankan program pembinaan OVOP sejak tahun 2013 melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA). Hingga kini, penghargaan OVOP telah diselenggarakan sebanyak lima kali, yakni pada tahun 2013, 2015, 2018, 2022, dan 2024. Program tersebut menjadi salah satu instrumen strategis pemerintah dalam memperkuat ekosistem IKM nasional berbasis sentra.

    Lebih lanjut, Agus mengungkapkan, pada tahun 2026 Kemenperin menggandeng LPEI untuk menghadirkan pembinaan yang lebih komprehensif melalui sinergi Program OVOP Go Global dan Program Desa Devisa. Kolaborasi tersebut difokuskan pada pengembangan Sentra IKM Rendang Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, yang dinilai memiliki potensi besar untuk menembus pasar ekspor.

    "Pemilihan Sentra IKM Rendang Kota Payakumbuh didasarkan pada kesiapan sumber daya manusia, kualitas produk, kelembagaan sentra, serta potensi pengembangan pasar ekspor yang sangat menjanjikan,"ujar Menperin.

    Agus menambahkan, sentra tersebut juga memperoleh dukungan Dana Alokasi Khusus untuk revitalisasi sarana dan fasilitas produksi guna memperkuat posisi rendang sebagai produk unggulan daerah yang berpotensi menjangkau pasar nasional, termasuk pasar haji dan umrah, serta pasar ekspor.

    Rangkaian program pendampingan diawali dengan sosialisasi yang digelar pada 12 Mei 2026 di Sentra IKM Rendang Kota Payakumbuh dan diikuti oleh pelaku IKM anggota sentra, termasuk IKM OVOP bintang tiga Rendang Gadih dan IKM OVOP bintang dua Rendang Riry, serta Dinas Perindustrian Provinsi Sumatera Barat dan Kota Payakumbuh.

    Menperin berharap, program tersebut dapat menjadi model pembinaan berkelanjutan bagi sentra IKM di Indonesia agar semakin siap memasuki pasar global melalui penguatan kapasitas usaha, adopsi teknologi, dan sinergi antarpemangku kepentingan.

    Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita menyampaikan, selain penguatan kapasitas manajemen usaha dan peningkatan daya saing produk dari Ditjen IKMA, LPEI melalui Program Desa Devisa juga akan memberikan pendampingan penguatan akses pasar ekspor. Menurutnya, Ditjen IKMA turut memfasilitasi implementasi teknologi industri 4.0 guna meningkatkan kapasitas dan kualitas produk agar memenuhi standar ekspor global.

    "Dukungan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi produksi, konsistensi mutu, higienitas produk, kapasitas produksi, serta kesiapan IKM rendang dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun standar pasar ekspor global," ujar Reni. (end)