KEMENPERIN BIDIK INDUSTRI KERAMIK MASUK EMPAT BESAR PRODUSEN DUNIA
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
05 June 2026
15530652
IQPlus, (5/6) - Industri keramik nasional terus menunjukkan prospek yang menjanjikan dan menjadi salah satu sektor manufaktur yang memiliki daya saing tinggi di pasar global. Dengan dukungan kapasitas produksi yang besar, pasar domestik yang luas, serta kebijakan pemerintah yang pro-industri, sektor ini kini mengemban target ambisius untuk menembus peringkat empat besar produsen keramik dunia.
Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menyampaikan, industri keramik Indonesia memiliki fondasi yang kuat untuk mencapai target tersebut. Saat ini, kapasitas produksi terpasang industri keramik nasional mencapai sekitar 650 juta meter persegi per tahun dengan tingkat utilisasi produksi mencapai 73 persen, serta menyerap lebih dari 150 ribu tenaga kerja.
"Industri keramik nasional memiliki potensi besar untuk terus tumbuh dan meningkatkan posisinya dalam rantai pasok global. Dengan dukungan kapasitas produksi yang besar, sumber daya manusia yang kompeten, serta kebijakan pemerintah yang berpihak pada industri dalam negeri, kita optimistis Indonesia dapat masuk ke jajaran empat besar produsen keramik dunia," kata Wamenperin saat membuka Pameran Keramika Expo Indonesia ke-11 di NICE PIK 2, Tangerang, Banten, Kamis (4/6).
Menurut Faisol, Indonesia saat ini telah berhasil masuk dalam jajaran lima besar produsen keramik dunia bersama Tiongkok, India, Brasil, dan Vietnam. Capaian tersebut menunjukkan bahwa industri keramik nasional terus berkembang menjadi pemain penting dalam rantai pasok industri keramik global. Dengan struktur industri yang kuat dan didukung ketersediaan bahan baku domestik yang melimpah, Indonesia memiliki modal yang sangat baik untuk terus berekspansi serta meningkatkan daya saing di pasar internasional.
Kinerja industri keramik semakin menunjukkan tren positif seiring pertumbuhan subsektor industri barang galian bukan logam yang mencakup industri keramik. Pada Triwulan I Tahun 2026, subsektor tersebut tumbuh sebesar 9,12 persen dan menjadi salah satu dari tiga subsektor industri dengan pertumbuhan tertinggi.
"Pertumbuhan ini menempatkan subsektor industri barang galian bukan logam pada posisi ketiga tertinggi setelah industri mesin dan perlengkapan serta industri barang logam, komputer, barang elektronik, optik, dan peralatan listrik. Ini menunjukkan bahwa industri keramik memiliki peran strategis dalam menopang pertumbuhan sektor manufaktur nasional," ungkapnya. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
