BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

KEMENEKRAF PACU 46 JENAMA UNTUK EKSPOR KE PASAR GLOBAL LEWAT TEI 2026

Kategori

Ekonomi Bisnis

Terbit Pada

15 October 2026

28734911

IQPlus, (15/10) - Kementerian Ekonomi Kreatif mengakselerasi 46 jenama binaan untuk memperluas penetrasi produk kreatif Indonesia di pasar internasional sekaligus mendorong keberlanjutan ekspor melalui partisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026.

Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya mengatakan partisipasi jenama kreatif Indonesia di TEI 2026 tidak hanya untuk diperkenalkan tapi juga untuk menggaet potensi pasar global dan menghasilkan transaksi ekspor yang berkelanjutan.

"Target kita bukan sekadar memperkenalkan produk kreatif Indonesia ke pasar global, tetapi memastikan produk tersebut mampu menghasilkan transaksi ekspor yang berkelanjutan. Melalui Program ASIK dan Partisipasi Trade Expo Indonesia 2026 yang merupakan salah satu langkah strategis dalam memperkuat kesiapan ekspor, membuka akses ke pembeli internasional, serta mendorong jenama lokal tumbuh menjadi pemain global," ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis.

Keikutsertaan Kementerian Ekraf dalam ajang ini menjadi bagian dari kolaborasi dengan Kementerian Perdagangan untuk memperluas akses pasar internasional bagi produk kreatif Indonesia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Kementerian Ekraf untuk periode Januari-April 2026, Amerika Serikat menjadi negara tujuan utama ekspor ekonomi kreatif Indonesia dengan nilai mencapai 3,31 miliar dolar AS. Ekspor tersebut didominasi subsektor fesyen senilai 2,80 miliar dolar AS, disusul kriya sebesar 480 juta dolar AS dan kuliner sebesar 15,55 juta dolar AS.

Subsektor kuliner disebut memiliki peluang besar untuk menembus pasar internasional. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, nilai ekspor produk pangan Indonesia ke pasar dunia mencapai sekitar 59,04 miliar dolar AS pada 2025.

Potensi ini ditopang oleh kekayaan bahan baku lokal, rempah-rempah, keragaman cita rasa, serta cerita budaya Nusantara yang menjadi keunikan produk kuliner Indonesia.

Amerika Serikat menjadi pasar ekspor produk pangan Indonesia terbesar kedua setelah Tiongkok. Pada 2025, nilai ekspor produk pangan Indonesia ke AS mencapai 5,97 miliar dolar AS, meningkat 14,06 persen dibandingkan 2024 yang sebesar 5,23 miliar dolar AS. Angka tersebut menyumbang sekitar 10,1 persen dari total ekspor pangan Indonesia ke dunia. (end/ant)