BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

KEMENEKRAF GANDENG APPMI PACU FESYEN NASIONAL JADI PENGGERAK EKONOMI

Kategori

Ekonomi Bisnis

Terbit Pada

06 July 2026

18646221

IQPlus, (6/7) - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menggandeng Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) untuk memacu kontribusi sektor fesyen nasional sebagai penggerak ekonomi melalui penyelenggaraan Indonesia Fashion Week (IFW) 2026.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan momentum event ini dapat dimanfaatkan untuk membuka keran pasar internasional pada produk yang berpotensi mendatangkan ekspor.

"Dengan menyatukan program fasilitasi kementerian dan jejaring industri yang dimiliki IFW, kita bisa mempercepat inkubasi desainer lokal, standardisasi kualitas produk, hingga memetakan potensi ekspor fesyen kita ke negara-negara tujuan strategis," kata Riefky dalam keterangan yang diterima, Senin.

Riefky mengatakan sektor ini telah membuktikan posisinya sebagai pilar utama ekonomi kreatif dengan kontribusi sebesar 14,77 persen terhadap PDB ekonomi kreatif pada tahun 2025.

Selain mendominasi pasar domestik, subsektor fesyen juga menguasai pasar internasional dengan menyumbang 58,55 persen dari total ekspor ekonomi kreatif pada periode Januari-April 2026.

Kementerian Ekraf melihat penyelenggaraan IFW 2026 menjadi momentum krusial untuk memperkuat rantai pasok sekaligus mengukur dampak ekonomi nyata pada subsektor fesyen nasional.

Fokus penguatan ini berkaca pada capaian IFW tahun lalu yang melibatkan lebih dari 200 brand dan desainer serta 4.000 pekerja kreatif dengan total pengunjung mencapai 34.000 orang, serta lonjakan transaksi digital hingga 50 persen.

"Kementerian Ekraf akan mendukung penguatan kapasitas UMKM fesyen yang terlibat, sekaligus memperluas promosi demi menyukseskan acara ini. Bagaimanapun, fesyen bukan sekadar tren, melainkan pilar penting ekonomi kreatif nasional yang siap mendunia," ujar Riefky.

Gelaran IFW 2026 dijadwalkan berlangsung pada 29 Juli hingga 2 Agustus 2026 di JICC Senayan dengan mengusung tema 'Ulos Simetria' kekayaan wastra, budaya, dan kreativitas Sumatra Utara diangkat sebagai inspirasi utama. (end/ant)