BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

KEMENDAG PERKUAT PANGSA PASAR PRODUK INDONESIA DI AUSTRALIA

Kategori

Ekonomi Bisnis

Terbit Pada

19 June 2026

16935844

IQPlus, (19/6) - Kementerian Perdagangan terus berupaya memperkuat pangsa pasar produk Indonesia di luar negeri. Melalui fasilitasi Atase Perdagangan RI Canberra, delapan eksportir produk Indonesia berpartisipasi dalam Global Sourcing Expo (GSE) Sydney 2026 yang diselenggarakan pada 16-18 Juni 2026, di International Convention Centre (ICC) Sydney, Australia. Pada keikutsertaan tersebut, Paviliun Indonesia berhasil mencatatkan potensi transaksi sebesar USD 3,5 juta.

Pada GSE Sydney 2026, Indonesia hadir melalui Paviliun Indonesia seluas 75 m2, serta satu stan khusus Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. Pembukaan Paviliun Indonesia dilakukan Atase Perdagangan RI Canberra, Agung Haris Setiawan bersama Direktur Utama PT Debindomulti Adhiswasti, Vibiadhi Swasti Pradana, selaku penyelenggara TEI 2026. Adapun Duta Besar RI untuk Australia dan Vanuatu, Siswo Pramono, turut hadir memberikan dukungan pada 17 Juni 2026.

"GSE merupakan salah satu pameran sourcing terbesar dan paling penting di Australia. Kehadiran Indonesia pada pameran ini menjadi kesempatan strategis memperkenalkan kualitas dan keberagaman produk Indonesia kepada buyer internasional, sekaligus memperluas akses pasar bagi eksportir Indonesia," ujar Haris.

Adapun kedelapan eksportir Indonesia yang unjuk gigi di Paviliun Indonesia yaitu PT Gradial Perdana Perkasa, Linda Chandra Art Shoes, Pakis Jaya Garmindo (Batik Hadinata), Faz Uniforms, Nicole Natural, Zemed.id, Two Baskets, dan Adiwinoto Ecoprint Boutique. Produk yang dipromosikan mencakup garmen, fesyen, batik, alas kaki, seragam, kerajinan tangan, dan produk dekorasi rumah yang memiliki potensi besar di pasar Australia.

Haris menjelaskan, pasar Australia memiliki potensi besar untuk produk yang ditampilkan Indonesia pada GSE Sydney 2026. Berdasarkan data resmi Australian Bureau of Statistics (ABS), impor Australia untuk kelompok tekstil, pakaian, dan alas kaki tercatat sebesar AUD 1,768 miliar pada April 2026. Sementara itu, data ABS juga menunjukkan nilai ritel untuk kategori pakaian, alas kaki dan, penjualan aksesori pribadi mencapai sekitar AUD 3,18 miliar pada Juni 2025, atau meningkat 1,5 persen dibanding bulan sebelumnya.

"Data tersebut menunjukkan bahwa Australia merupakan pasar yang relevan dan potensial bagi produk garmen, fesyen, alas kaki, aksesori, tekstil, dan produk pendukung gaya hidup Indonesia," lanjut Haris.

Selain itu, lanjut Haris, kehadiran Indonesia pada GSE Sydney 2026 juga menjadi bagian dari penguatan program Campuspreneur Kementerian Perdagangan, yaitu program yang mendorong keterlibatan mahasiswa Indonesia di luar negeri dalam promosi dagang, kewirausahaan, dan peningkatan ekspor nasional. Dalam pameran ini, mahasiswa Indonesia turut dilibatkan sebagai pendukung operasional Paviliun Indonesia, penjaga stan, serta penghubung komunikasi dengan buyer dan pengunjung pameran.

Salah satu bentuk nyata keterlibatan mahasiswa dalam program ini yaitu partisipasi mahasiswa MBA University of Sydney, Oriza Utami, yang mewakili Zemed.id. Zemed.id merupakan merek pakaian anak asal Indonesia yang tengah merintis ekspor ke pasar Australia. Keikutsertaan Oriza sebagai salah satu ekshibitor menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia di luar negeri tidak hanya berperan sebagai bagian dari diaspora akademik, tetapi juga dapat menjadi pelaku usaha muda yang berkontribusi dalam memperkenalkan produk Indonesia ke pasar global.

"Keikutsertaan dalam GSE Sydney 2026 menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami untuk memahami secara langsung kebutuhan buyer Australia, membangun jejaring bisnis, serta menguji potensi produk Indonesia di pasar internasional. Kami berharap langkah ini dapat menjadi awal yang baik bagi Zemed.id untuk merintis ekspor, sekaligus menginspirasi mahasiswa Indonesia lainnya untuk ikut berkontribusi dalam pengembangan ekspor nasional," ujar Oriza. (end)