KEMENDAG DORONG UMK PADANG BERDAYA SAING DAN TEMBUS PASAR GLOBAL
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
13 October 2026
28547221
IQPlus, (13/10) - Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus berkomitmen mendorong peningkatan kualitas produk Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat, supaya dapat berdaya saing dan mampu menembus pasar global.
Adapun, salah satu bentuk komitmen yaitu berupa Bimbingan Teknis Standardisasi Bidang Perdagangan bertema "Dari Minang Mendunia: Produk Berkualitas, Cita Rasa Berkelas Dunia" yang diselenggarakan di Kota Padang.
Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan, Moga Simatupang dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa standardisasi dan pengendalian mutu menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing UMK sekaligus memperluas akses produk Indonesia ke pasar internasional.
"Produk UMK daerah memiliki potensi besar untuk berkembang dan bersaing di pasar global. Keunikan dan identitas lokal merupakan kekuatan yang harus dipertahankan, tetapi pada saat yang sama harus diperkuat dengan kualitas yang konsisten, pemenuhan standar, keamanan produk, serta pemahaman terhadap persyaratan pasar tujuan," ujar Moga.
Menurut Moga, kesiapan ekspor tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, namun juga kemasan, branding, pemasaran, serta kemampuan untuk memenuhi regulasi dan persyaratan teknis negara tujuan ekspor.
"Kita ingin makin banyak produk lokal yang mampu naik kelas dan menjangkau pasar yang lebih luas. Untuk itu, UMK perlu dipersiapkan agar tidak hanya mampu menghasilkan produk yang baik, tetapi juga mampu membuktikan kualitasnya, memenuhi persyaratan pasar, dan membangun kepercayaan konsumen. Inilah semangat 'Dari Lokal Untuk Global'," ujar Moga.
Dalam kesempatan sama, Direktur Standardisasi dan Pengendalian Mutu, Sukoco mengatakan bahwa keunikan produk daerah merupakan modal penting untuk bersaing di pasar global.
"Produk UMKM daerah memiliki keunikan dan kekuatan yang menjadi modal untuk bersaing di pasar global. Potensi tersebut perlu didukung dengan kualitas produk, kemasan, branding, serta pemahaman terhadap persyaratan pasar tujuan," ujar Sukoco.
Antusiasme peserta terlihat melalui keterlibatan aktif dalam diskusi dan sesi konsultasi, dengan salah satu peserta yaitu Pelaku UMK dari Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sulastri yang menilai bahwa Sumatera Barat memiliki beragam produk pangan yang berpotensi dapat dikembangkan ke pasar yang lebih luas. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
