KEMENDAG : DISTRIBUSI MINYAKITA KE INDONESIA TIMUR JADI FOKUS UTAMA
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
14 September 2026
25652080
IQPlus, (14/9) - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut pemerataan dan distribusi Minyakita yang berkelanjutan ke kawasan timur Indonesia dan wilayah kepulauan masih menjadi pekerjaan rumah utama pemerintah.
Direktur Bina Pasar Dalam Negeri Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Nawandaru Dwi Putra mengatakan distribusi Minyakita ke wilayah tersebut membutuhkan dukungan produsen serta penguatan kerja sama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), khususnya Perum Bulog dan ID FOOD.
"Secara umum memang minyak goreng ini tercatat pasokannya aman dan stabil namun kita bersama-sama saat ini fokus bagaimana Minyakita ini bisa ter-deliver secara merata," ujar Nawandaru dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah dipantau secara daring di Jakarta, Senin.
Menurut dia, jaringan distribusi BUMN memiliki jangkauan yang lebih luas dibandingkan jaringan swasta sehingga dapat membantu menyalurkan Minyakita ke kawasan yang sulit dijangkau, termasuk Papua dan berbagai wilayah kepulauan.
"Saat ini PR yang utama adalah bagaimana men-deliver secara kontinyu ke kawasan timur dan ke kawasan kepulauan, dan ini juga perlu dukungan dari produsen," terangnya.
Nawandaru menyampaikan Kemendag sebelumnya telah mengundang para produsen minyak goreng untuk meningkatkan pasokan maupun menjalin kerja sama dengan BUMN.
Langkah tersebut diperlukan agar pasokan Minyakita tidak hanya tersedia di pusat-pusat konsumsi, tetapi juga menjangkau masyarakat di wilayah terpencil.
Ia meminta Perum Bulog dan ID FOOD secara konsisten mengisi pasokan Minyakita di pasar-pasar rakyat. Kontinuitas pasokan dinilai penting untuk menjaga harga tetap terjangkau dan mencegah masyarakat kesulitan mendapat minyak goreng rakyat.
Kemendag juga mengingatkan agar ketersediaan Minyakita di pasar rakyat tidak hanya muncul ketika dilakukan pemantauan oleh pejabat pemerintah.
Berdasarkan catatan Kemendag, realisasi domestic market obligation (DMO) Minyakita menunjukkan tren peningkatan sejak Juni hingga Agustus 2026.
Pada Agustus, realisasi DMO tercatat mencapai 139.638 ton, sedangkan pada periode 1-11 September telah mencapai 60.278 ton.
Sementara itu, realisasi DMO yang disalurkan kepada distributor tingkat pertama (D1) BUMN, baik melalui Perum Bulog maupun ID FOOD, tercatat 502.120 ton atau 48,62 persen. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
