KEMEN ESDM DAN PGN PERLUAS AKSES GAS BUMI RUMAH TANGGA DI YOGYAKARTA
Share via
Terbit Pada
22 June 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 12-06-2026, 04:04:pm
17246614
IQPlus, (22/6) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk memperluas akses gas bumi rumah tangga di Sleman, Yogyakarta, melalui inovasi Compressed Natural Gas (CNG) clustering guna memperkuat efisiensi energi nasional.
"Penggunaan CNG dan jargas berdampak pada efisiensi Ibu-ibu rumah tangga, praktis dan aman. Sedangkan bagi Pemerintah dapat mengurangi konsumsi LPG Subsidi dan mengurangi beban subsidi dan impor LPG," kata Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung dalam keterangan di Jakarta, Senin.
PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk selaku Subholding Gas Pertamina berkomitmen penuh untuk gotong royong bersama Kementerian ESDM dalam upaya perluasan akses gas bumi di wilayah Yogyakarta.
Melalui inovasi pemanfaatan gas bumi berbasis CNG clustering, masyarakat Yogyakarta khususnya Kabupaten Sleman, kini dapat menikmati manfaat nyata dari gas bumi yang aman, andal, dan efisien untuk memasak sehari-hari.
Yuliot mengunjungi langsung keberhasilan implementasi skema CNG clustering di Kabupaten Sleman sekaligus menjadi proyek percontohan (showcase).
Ia mengapresiasi kesiapan PGN dalam implementasi jaringan gas (jargas) berbasis CNG di Sleman. Inovasi itu sejalan dengan langkah pemerintah yang terus mendorong pemanfaatan gas bumi sebagai energi transisi yang lebih bersih, efisien, dan berasal dari sumber daya domestik untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
Melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2026-2029, pemerintah menargetkan pengembangan sekitar 350 ribu sambungan rumah per tahun melalui berbagai skema pendanaan.
Direktur Utama PGN Arief K. Risdianto menegaskan jargas Sleman yang menggunakan skema CNG clustering berhasil dilaksanakan sekaligus menjadi bukti nyata bahwa inovasi tersebut dapat diterapkan di wilayah lain di Indonesia.
Dia menyampaikan dengan skema CNG clustering, gas bumi dapat didistribusikan secara aman dan andal ke jaringan distribusi rumah tangga, tanpa menunggu keberadaan jaringan pipa transmisi utama.
Dengan begitu masyarakat tidak perlu khawatir terkait keamanan, karena CNG yang bertekanan tinggi sekitar 200 bar telah disesuaikan dengan sistem cluster agar mengalir dengan aman ke dapur-dapur rumah tangga.
"Dengan pengawasan yang ketat dan teknologi pengaturan tekanan (PRS) yang andal, aliran gas bumi ke dapur-dapur dipastikan aman untuk penggunaan sehari-hari," jelas Arief.
Arief melanjutkan, kehadiran jargas ini sangat mendukung aktivitas memasak rumah tangga menjadi jauh lebih praktis, efisien dan tenang karena keamanannya terjaga. (end/ant)
