KEJAR PERTUMBUHAN BERKELANJUTAN, MDLA PERKUAT ESG DI OPERASIONAL BISNIS
Share via
Terbit Pada
08 September 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 10-08-2026, 12:01:am
25053454
IQPlus, (8/9) - PT Medela Potentia Tbk (MDLA) terus mengintegrasikan prinsip environmental, social, and governance (ESG) ke dalam operasional bisnis seiring dengan pertumbuhan kinerja Perseroan pada Semester I 2026.
Upaya di sisi lingkungan antara lain dilakukan melalui pemasangan panel surya berkapasitas 93,75 kWp DC di fasilitas PT Anugrah Argon Medica (AAM) Tangerang.
Perseroan juga mendorong elektrifikasi armada operasional. Hingga saat ini, sebanyak 107 kendaraan listrik yang terdiri dari motor dan mobil telah digunakan di 15 cabang yang tersebar di 13 kota.
Pada aspek sosial, Medela Potentia menjalankan berbagai kegiatan melalui program Argon Peduli. Program tersebut telah menjangkau 8.505 orang dengan melibatkan 56 komunitas.
Cakupan program tersebut mencapai 27 kota, 18 provinsi, dan enam pulau.
Sementara pada aspek tata kelola, AAM berkolaborasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pusat dan daerah untuk meningkatkan penerapan Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB).
Kolaborasi tersebut telah diselenggarakan di delapan kota dan menjangkau 836 apoteker.
Direktur Utama PT Medela Potentia Tbk Juliwaty mengatakan, penerapan ESG menjadi bagian dari upaya Perseroan membangun pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Menurutnya, pertumbuhan bisnis kesehatan di Indonesia memberikan peluang bagi Medela Potentia untuk terus berkembang dengan memanfaatkan ekosistem yang mencakup distribusi, alat kesehatan, manufaktur, dan digital.
"Dengan ekosistem yang mencakup distribusi, alat kesehatan, manufaktur, dan digital, kami memiliki fondasi untuk menjangkau lebih banyak pelanggan sekaligus menghadirkan solusi kesehatan yang holistik," ujar Juliwaty.
Implementasi ESG tersebut dilakukan bersamaan dengan penguatan fundamental bisnis Perseroan. Pada Semester I 2026, Medela Potentia mencatat penjualan Rp8,2 triliun, tumbuh 10,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Laba bersih juga meningkat 12,6% menjadi Rp226 miliar. Adapun gross profit mencapai Rp762 miliar atau tumbuh 6,8%, sementara EBITDA meningkat 11,2% menjadi Rp325 miliar. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
