BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

KCIC PASTIKAN WHOOSH TETAP BEROPERASI DENGAN MITIGASI ABU VULKANIK

Kategori

Ekonomi Bisnis

Terbit Pada

07 September 2026

24939965

IQPlus, (7/9) - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memastikan seluruh operasional perjalanan kereta cepat Whoosh koridor Jakarta-Bandung masih berjalan aman dan normal melalui pemantauan berlapis dengan memitigasi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda.

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan pemantauan dilakukan dengan melibatkan unit operasi, keselamatan, sarana, dan prasarana KCIC, termasuk dengan menjalankan KA Konfirmasi sebelum perjalanan penumpang dimulai.

"Berdasarkan hasil pemantauan hingga saat ini, seluruh sarana dan prasarana Whoosh berfungsi normal dan tidak ditemukan kendala yang mengganggu perjalanan. Whoosh tetap beroperasi dengan aman dan normal dengan keselamatan penumpang sebagai prioritas utama," ujar Eva dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin.

Pemantauan dilakukan melalui Operation Control Center (OCC) serta pemeriksaan langsung di sepanjang jalur.

Sistem tersebut memantau berbagai komponen penting, mulai dari jaringan listrik aliran atas atau Overhead Catenary System (OCS), pasokan daya, rel, persinyalan hingga wesel.

KCIC juga memiliki mekanisme pengamanan apabila sistem mendeteksi kondisi yang tidak normal. Notifikasi akan muncul di OCC dan sistem dapat secara otomatis menurunkan kecepatan perjalanan Whoosh sebagai langkah mitigasi.

Pemantauan dilakukan di sepanjang jalur Whoosh sepanjang 142,3 kilometer yang terdiri atas 82,7 kilometer jalur elevated, 42,78 kilometer jalur at grade, serta 13 terowongan dengan total panjang 16,82 kilometer.

Perhatian khusus diberikan pada bagian jalur terbuka yang memiliki potensi lebih besar terpapar sebaran abu vulkanik.

Dari sisi operasional kereta, laporan masinis menunjukkan jarak pandang di sepanjang jalur masih berada dalam kondisi normal.

Rangkaian Whoosh juga dilengkapi wiper dengan semprotan air untuk membantu membersihkan debu atau abu yang menempel pada kaca depan, sehingga visibilitas masinis tetap terjaga.

Apabila terjadi perubahan kondisi yang mengurangi jarak pandang, masinis akan menyesuaikan kecepatan perjalanan sesuai kondisi di lapangan dan prosedur operasional yang berlaku.

KCIC juga memantau filter udara rangkaian serta CCTV yang memantau kondisi pantograf.

Sementara dari sisi prasarana, pemantauan dilakukan terhadap komponen isolasi, sistem jaringan listrik aliran atas, gardu, persinyalan, serta mekanisme wesel.

Hingga saat ini, seluruh perangkat tersebut masih berfungsi normal dan belum terdampak sebaran abu vulkanik.

KCIC juga menjalankan Volcanic Ash Risk Assessment dengan mengacu pada informasi resmi dari BMKG.

Hasil asesmen tersebut menjadi dasar bagi KCIC untuk menentukan mitigasi tambahan apabila terdapat peningkatan intensitas abu vulkanik yang berpotensi memengaruhi operasional Whoosh.

"Penumpang diimbau menggunakan masker dan kacamata, terutama saat berada di area terbuka stasiun, serta menjaga kondisi kesehatan. Penumpang juga diminta mengikuti arahan petugas dan memantau informasi terkini melalui Contact Center serta media sosial resmi Whoosh," katanya.

Dengan pemantauan sarana dan prasarana secara berlapis, asesmen risiko, serta penyesuaian operasional berdasarkan kondisi lapangan, KCIC memastikan layanan Whoosh tetap berjalan sekaligus menjaga aspek keselamatan di tengah potensi paparan abu vulkanik. (end/ant)