BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    KADIN YAKIN KERJA SAMA RI-KORSEL Rp173 TRILIUN PACU DEVISA

    Kategori

    Ekonomi Bisnis

    Terbit Pada

    02 April 2026

    09145081

    IQPlus, (2/4) - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meyakini kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Korea Selatan (Korsel) senilai 10,2 miliar dolar AS atau Rp173 triliun mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan devisa negara.

    Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis, menegaskan bahwa Korea Selatan merupakan mitra strategis bagi Indonesia, dengan hubungan ekonomi yang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir.

    Kesepakatan tersebut dicapai dalam ajang Indonesia-Korea Business Forum yang digelar di Shilla Hotel, Seoul, Korea Selatan, Rabu (1/4), yang menghasilkan 17 nota kesepahaman (MoU).

    Ia menilai kerja sama yang terjalin melalui berbagai kesepakatan tersebut memiliki potensi besar dalam mendorong aliran investasi asing langsung (FDI) sekaligus memperkuat cadangan devisa nasional.

    "Dan ini suatu potensi untuk meningkatkan foreign direct investment, menciptakan lapangan kerja, dan tentunya meningkatkan juga perdagangan yang bisa membawa devisa," kata Anindya.

    Ia juga menyoroti luasnya cakupan kolaborasi kedua negara, mulai dari sektor industri hingga ekonomi kreatif. Dirinya menyebut popularitas budaya Korea di Indonesia menjadi salah satu contoh nyata kedekatan hubungan bilateral.

    Sebanyak 17 MoU yang disepakati mencakup berbagai sektor strategis, seperti energi, manufaktur industri, hilirisasi, hingga ekonomi digital. Sejumlah kerja sama juga melibatkan perusahaan besar dari kedua negara, termasuk proyek energi baru terbarukan, pengembangan rantai pasok baterai, hingga teknologi rendah karbon.

    "Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia mendorong pertumbuhan inklusif, transformasi industri, dan keterlibatan global yang lebih kuat," ujar dia.

    Di tengah ketidakpastian global, ia berharap kemitraan Indonesia-Korsel tetap mampu menjadi pendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan.

    "Mudah-mudahan di tengah dunia yang tidak pasti pada saat ini, kita masih mencoba untuk mencari titik terang supaya jangka panjang Indonesia tetap maju, masyarakatnya juga tetap sejahtera, dan bahkan makin sejahtera," kata Anindya.(end/ant)