KADI INISIASI PENYELIDIKAN ANTIDUMPING PRODUK IMPOR SAP ASAL CHINA
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
18 August 2026
22942793
IQPlus, (18/8)- Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) memulai penyelidikan antidumping untuk produk impor Superabsorbent Polymers (SAP) asal China.
Dalam keterangan di Jakarta, Selasa, Ketua KADI, Frida Adiati menyatakan produk ini masuk dalam klasifikasi Harmonized System (HS) 3906.90.92 dan 3906.90.99 berdasarkan Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI) 2022.
"Berdasarkan hasil kajian atas kecukupan dan ketepatan bukti awal yang dilakukan, KADI menemukan adanya peningkatan produk impor SAP dari Tiongkok. Hal ini mengakibatkan kerugian industri dalam negeri," jelas Frida Adiati.
Frida menyampaikan, inisiasi penyelidikan tersebut merupakan tindak lanjut dari permohonan PT Nippon Shokubai Indonesia yang mewakili industri dalam negeri.
Penyelidikan dilakukan terhadap produk impor SAP periode 1 Januari 2022-31 Desember 2025. Selama periode tersebut, total impor Indonesia untuk produk SAP mencapai 570.543 ton, dengan sebagian besar impor berasal dari China, yaitu sebesar 354.918 ton atau sekitar 62 persen dari total impor.
Penyelidikan akan dilakukan dalam kurun waktu 12 bulan dan dapat diperpanjang sampai dengan 18 bulan bila diperlukan. Ketentuan ini sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2011 tentang Tindakan Antidumping, Tindakan Imbalan, dan Tindakan Pengamanan Perdagangan.
Frida menambahkan, KADI telah menyampaikan informasi dimulainya penyelidikan tersebut kepada pihak-pihak yang berkepentingan, termasuk industri dalam negeri, importir, serta eksportir dan produsen dari China yang diketahui.
Selain itu informasi tersebut juga disampaikan kepada perwakilan pemerintahan China di Indonesia dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di China. KADI mengajak seluruh pihak terkait untuk memberikan informasi, tanggapan, ataupun mengajukan permintaan dengar pendapat (hearing).
SAP merupakan bahan penyerap super yang banyak digunakan sebagai bahan baku popok, pembalut, pertanian, dan produk higiene lainnya. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
