JELANG ALIH KEPEMIMPINAN, IRWAN HIDAYAT PERKUAT TATA KELOLA SIDO MUNCUL
Share via
Terbit Pada
17 June 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 22-05-2026, 09:11:am
16732749
IQPlus, (17/6) - Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), Irwan Hidayat, tengah mempersiapkan proses regenerasi kepemimpinan perusahaan sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan bisnis yang telah dibangun keluarganya selama lebih dari tujuh dekade. Irwan mengaku ingin menjadi CEO terakhir dari generasi ketiga keluarga pendiri sebelum estafet kepemimpinan diserahkan kepada generasi berikutnya.
Dalam wawancara dengan Guru Besar dan praktisi bisnis Rhenald Kasali, Irwan mengatakan fokus utamanya saat ini adalah memastikan Sido Muncul memiliki fondasi tata kelola yang kuat, sehat, dan berkelanjutan sebelum memasuki era kepemimpinan generasi keempat.
"Saya punya ikatan moral yang kuat dengan Sido Muncul. Takdir saya ada di sini. Saya ingin memastikan perusahaan ini menjadi perusahaan yang full compliance, sempurna, tidak boleh salah, sebelum saya serahkan kepada generasi penerus," ujar Irwan.
Pria berusia 79 tahun itu mengungkapkan masa jabatannya sebagai Direktur Utama diperkirakan hanya berlangsung sekitar satu tahun. Setelah itu, kepemimpinan perusahaan akan diserahkan kepada generasi keempat yang dinilai telah memiliki bekal pendidikan dan pengalaman kerja yang memadai.
Meski putrinya saat ini menjabat sebagai Direktur Marketing dan merupakan anggota generasi keempat yang paling senior, Irwan menegaskan proses pemilihan pemimpin perusahaan tidak akan didasarkan pada hubungan keluarga semata. Menurutnya, faktor utama yang akan menjadi pertimbangan adalah kompetensi dan kesiapan kandidat.
"Belum tentu anak saya yang dipilih. Yang terpenting siapa yang paling siap memimpin perusahaan," katanya.
Irwan menjelaskan saat ini terdapat 13 anggota generasi keempat keluarga besar Sido Muncul yang aktif membangun komunikasi dan mempersiapkan masa depan perusahaan melalui forum internal yang mereka bentuk sendiri, yakni family chapter. Menurutnya, forum tersebut menjadi sarana bagi generasi muda untuk menyusun kesepakatan dan aturan bersama tanpa campur tangan generasi sebelumnya.
Selain membahas regenerasi, Irwan juga menyoroti salah satu keputusan strategis yang menurutnya menjadi titik penting dalam perkembangan Sido Muncul, yaitu transformasi industri jamu tradisional menjadi berbasis penelitian ilmiah. Gagasan tersebut mulai muncul pada 1985 ketika ia melihat tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap produk farmasi yang didukung riset dan pembuktian ilmiah.
Implementasi gagasan tersebut mulai terwujud setelah perusahaan membangun fasilitas produksi modern pada 2002 yang memenuhi standar industri farmasi. Sejak saat itu, berbagai produk Sido Muncul menjalani serangkaian pengujian, mulai dari uji praklinis, uji toksisitas hingga pembuktian khasiat secara ilmiah.
Menurut Irwan, langkah tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong produk Tolak Angin menjadi pemimpin pasar jamu masuk angin di Indonesia. Ia menilai pendekatan berbasis riset akan semakin penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk herbal nasional.
Irwan juga menekankan pentingnya menjaga keharmonisan keluarga dalam mengelola perusahaan. Menurutnya, nilai-nilai yang ditanamkan para pendiri menjadi fondasi yang membuat Sido Muncul mampu bertahan dan berkembang hingga saat ini. Perbedaan pendapat dinilai sebagai hal yang wajar, namun tidak boleh berkembang menjadi konflik yang dapat mengganggu keberlangsungan perusahaan.
Menutup wawancara, Irwan membagikan filosofi yang selama ini menjadi pegangan dalam menjalankan bisnis. Menurutnya, kesuksesan tidak diperoleh dengan mengejar kekayaan semata, melainkan melalui komitmen untuk bekerja dengan sungguh-sungguh, menjaga kualitas, dan membangun kepercayaan.
"Kekayaan itu tidak bisa dikejar. Yang ada justru kita yang dikejar oleh kekayaan. Caranya sederhana, lakukan segala sesuatu dengan baik, sungguh-sungguh, dan bangun kepercayaan," ujarnya.(end)
Riset Terkait
Berita Terkait
