JAWAB VOLATILITAS SAHAM, BRIS BUKA SUARA SOAL RENCANA RIGHTS ISSUE HINGGA BUYBACK
Share via
Terbit Pada
22 October 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 16-09-2026, 02:01:pm
29431501
IQPlus, (22/10) - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (IDX:BRIS) memberikan klarifikasi resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) menanggapi surat permintaan penjelasan terkait volatilitas transaksi saham perseroan. Penjelasan tertulis tersebut disampaikan oleh Senior Vice President BSI, Wisnu Sunandar, melalui keterbukaan informasi pada Rabu, 21 Oktober 2026.
"Hingga saat ini Perseroan telah mengungkapkan semua informasi dan fakta material yang diketahui sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Wisnu Sunandar dalam keterbukaan informasi tersebut.
Terkait dengan aktivitas pemegang saham, BSI menyatakan tidak mengetahui adanya transaksi tertentu dari pemegang saham utama yang wajib dilaporkan sesuai POJK Nomor 4 Tahun 2024, di luar informasi yang telah diumumkan kepada publik. Perseroan juga terus berkoordinasi secara berkala dengan pemegang saham utama terkait kepemilikan saham mereka.
Aksi Korporasi dan Opsi Share Buyback
Meskipun menegaskan tidak ada fakta material terselubung, BSI memaparkan sejumlah agenda dan rencana aksi korporasi yang tengah dipersiapkan.
Pertama, BSI berencana merilis Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Sukuk Mudharabah Berlandaskan Keberlanjutan Berkelanjutan I Bank BSI Tahap III Tahun 2026. Rencana ini merupakan bagian akhir dari program PUB yang telah memperoleh pernyataan efektif dari OJK sejak tahun 2024.
Kedua, perseroan sedang memproses rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue. Pengumuman Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) telah disampaikan pada 30 September 2026, diikuti dengan pemanggilan RUPSLB pada 15 Oktober 2026. Pelaksanaan rights issue ini bergantung pada persetujuan RUPSLB yang dijadwalkan berlangsung pada 6 November 2026 mendatang.
Selain itu, mencermati dinamika dan fluktuasi pasar modal saat ini, manajemen BSI mengungkapkan sedang mengkaji berbagai alternatif strategis untuk menjaga nilai jangka panjang bagi para pemegang saham. Salah satu opsi yang tengah dievaluasi adalah skema pembelian kembali saham (share buyback).
"Salah satu alternatif yang sedang dikaji adalah pembelian kembali saham Perseroan atau share buyback. Apabila Perseroan memutuskan untuk melaksanakan aksi korporasi tersebut, Perseroan akan menyampaikan informasi kepada regulator dan masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku," tambah Wisnu. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
