BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    JATUH TEMPO HARI INI, SBN SERI SPN12260108 SENILAI Rp4,35 TRILIUN RESMI DELISTING

    Kategori

    Ekonomi Bisnis

    Terbit Pada

    08 January 2026

    00731131

    IQPlus, (8/1) - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mengumumkan penghapusan pencatatan (delisting) Surat Berharga Negara (SBN) seri SPN12260108 seiring dengan berakhirnya masa berlaku instrumen tersebut.

    Surat Perbendaharaan Negara (SPN) dengan nilai total mencapai Rp4,35 triliun tersebut dinyatakan jatuh tempo pada hari ini, Kamis, 8 Januari 2026. Melalui pengumuman resmi No. Peng-JTO-00002/BEI.PP2/01-2026, otoritas bursa menyatakan bahwa mulai tanggal tersebut, efek pemerintah ini tidak lagi tercatat dan tidak dapat diperdagangkan melalui Bursa Efek Indonesia.

    Berdasarkan data rincian profil SBN yang jatuh tempo, instrumen ini memiliki nama resmi Surat Perbendaharaan Negara Seri SPN12260108 dengan nilai seri total sebesar Rp4.350.000.000.000. Efek ini pertama kali diterbitkan pada 9 Januari 2025 dan memiliki masa berlaku tepat satu tahun hingga jatuh tempo pada 8 Januari 2026. Pengumuman penghapusan ini merupakan prosedur standar bursa untuk menginformasikan kepada publik bahwa kewajiban administrasi terkait instrumen tersebut telah selesai.

    Informasi penghentian perdagangan ini telah ditandatangani secara elektronik oleh P.H. Kepala Divisi PP2 BEI, Nurmila Indah Kusumawati, serta P.H. Kepala Divisi POP BEI, Mulyana. Dokumen tersebut diterbitkan pada tanggal 7 Januari 2026 pukul 20:54 WIB sebagai pemberitahuan resmi bagi seluruh pelaku pasar modal sebelum masa jatuh tempo tiba. Kepastian ini memberikan landasan hukum bagi investor mengenai status kepemilikan dan perdagangan aset mereka di bursa.

    Jatuh temponya instrumen jangka pendek ini menandai pelunasan kewajiban pemerintah kepada para pemegang obligasi negara sesuai dengan tenor 12 bulan yang ditetapkan setahun silam. Bagi para investor, kembalinya pokok investasi dari SPN senilai triliunan rupiah ini biasanya menjadi momentum penting untuk melakukan realokasi aset. Likuiditas yang kembali ke pasar ini diharapkan dapat terserap kembali ke dalam berbagai instrumen pasar modal lainnya atau dialihkan ke seri SBN terbaru yang ditawarkan oleh pemerintah. (end)