BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

JATI TEBAR DIVIDEN TUNAI 30% DARI LABA BERSIH TAHUN BUKU 2025

Terbit Pada

22 June 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 19-06-2026, 09:22:am

17236512

IQPlus, (22/6) - Emiten penyedia jasa teknologi, PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk (JATI), resmi mengantongi persetujuan para pemegang saham untuk membagikan dividen tunai. Keputusan strategis ini disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Rabu, 20 Mei 2026, di Kantor Perseroan, Jakarta Selatan.

Dalam mata acara rapat kedua, pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih Perseroan tahun buku 2025 yang tercatat sebesar Rp20.809.772.692. Dari total keuntungan tersebut, sebesar 30% atau sekitar Rp6,24 miliar akan dialokasikan sebagai dividen tunai kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada tanggal pencatatan (recording date) yang akan ditetapkan oleh Direksi.

Sementara itu, sisa dari laba bersih tahun buku 2025 akan dibukukan sebagai laba ditahan. Langkah ini diambil guna memperkuat struktur permodalan sekaligus mendukung rencana pengembangan usaha perseroan di masa mendatang.

Direksi JATI juga telah diberikan kuasa penuh untuk mengatur jadwal dan tata cara teknis pembagian dividen sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Selain memutuskan pembagian dividen, RUPST yang dihadiri oleh perwakilan pemilik 2.610.330.400 saham atau setara dengan 80,0096% dari seluruh saham hak suara yang sah ini juga mengesahkan sejumlah agenda penting lainnya. Di antaranya adalah pengesahan Laporan Tahunan buku 2025, pemberian pelunasan tanggung jawab penuh (acquit et decharge) kepada direksi dan komisaris, serta penunjukan Akuntan Publik untuk tahun buku 2026.

Manajemen JATI juga menyampaikan laporan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) per 31 Desember 2025. Dana tersebut dilaporkan telah terserap sepenuhnya untuk tiga sektor utama, yakni pengembangan Artificial Intelligence (AI) senilai Rp17,205 miliar, pengembangan SMB Application Panel Interface sebesar Rp17,443 miliar, serta modal kerja perseroan yang mencapai Rp27,233 miliar. (end)