JAGA STABILITAS, UNTR SIAPKAN RP2 TRILIUN UNTUK BUYBACK SAHAM
Share via
Terbit Pada
01 October 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 05-10-2026, 05:16:pm
27329485
IQPlus, (1/10) - PT United Tractors Tbk (UNTR) mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) saham perseroan dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan. Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas dan kepercayaan pasar modal Indonesia, sekaligus untuk meningkatkan nilai bagi para pemegang saham serta mencerminkan kondisi fundamental perusahaan yang solid.
Pelaksanaan buyback ini mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 13 Tahun 2023, Surat OJK No. S-112/D.04/2026 tanggal 9 September 2026, serta POJK No. 29 Tahun 2023.
Dalam keterbukaan informasi publik, manajemen UNTR menyiapkan alokasi dana sebesar-besarnya Rp2 triliun dengan batas periode pelaksanaan mulai 1 Oktober 2026 hingga 31 Desember 2026. Perseroan menegaskan bahwa alokasi saham yang dibeli kembali tidak akan melebihi 20% dari modal ditempatkan dan disetor, serta tetap menjaga porsi free float saham tidak kurang dari 15%. Seluruh dana yang digunakan berasal dari kas internal perseroan dan bukan bersumber dari pinjaman maupun hasil penawaran umum.
Manajemen memastikan hal ini tidak memberi dampak negatif yang material terhadap operasional maupun pendapatan perusahaan. Berdasarkan proforma keuangan, aksi korporasi ini diperkirakan menurunkan total aset dari Rp179,1 triliun menjadi Rp177,1 triliun dan total ekuitas dari Rp101,8 triliun menjadi Rp99,8 triliun. Meski demikian, laba per saham (earning per share) diproyeksikan meningkat dari Rp271 menjadi Rp277 per lembar saham.
Transaksi ini sendiri akan dilakukan secara bertahap atau penuh melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan menunjuk satu perusahaan efek. Untuk menjaga integritas dan transparansi transaksi, perseroan memberlakukan larangan perdagangan saham (insider trading) selama periode buyback bagi jajaran komisaris, direksi, pegawai, pemegang saham utama, serta pihak-pihak yang memiliki akses terhadap informasi dalam. Rencana aksi korporasi ini juga dapat dihentikan sewaktu-waktu jika periode buyback telah usai, anggaran Rp2 triliun telah terserap penuh, atau atas pertimbangan internal manajemen.
Saham yang telah diperoleh dari hasil buyback ini selanjutnya akan disimpan sebagai saham treasuri (treasury stock). Ke depannya, saham treasuri tersebut memberikan fleksibilitas bagi perseroan dalam pengelolaan modal jangka panjang, termasuk opsi pengalihan atau penjualan kembali di masa mendatang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
