ISU AKUISISI BAYAN MENCUAT, MANAJEMEN PGUN BERI PENJELASAN BEGINI
Share via
Terbit Pada
20 August 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 20-08-2026, 04:00:pm
23157841
IQPlus, (20/8) - PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) memberikan klarifikasi resmi mengenai rumor pasar yang mengaitkan perseroan dengan rencana pengambilalihan atau akuisisi saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN).
Manajemen menegaskan hingga saat ini tidak terdapat rencana maupun informasi material terkait isu akuisisi tersebut. Klarifikasi tersebut disampaikan manajemen PGUN dalam surat tanggapan Nomor 098/DIR-PG/EXT-CORSEC/VIII/2026 yang ditujukan kepada Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 1 PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Vera Forida, tertanggal 19 Agustus 2026.
Surat balasan tersebut merujuk pada permintaan penjelasan dari pihak otoritas bursa melalui Surat BEI Nomor S-10834/BEI.PP1/08-2026 tanggal 19 Agustus 2026 menyusul adanya pemberitaan media massa pada 18 Agustus 2026 terkait rumor akuisisi yang memicu pergerakan saham perseroan.
"Sampai dengan tanggal penyampaian surat ini, Perseroan tidak mengetahui atas kebenaran ataupun memiliki informasi terkait dengan pemberitaan dimaksud terkait dengan adanya rencana pengambilalihan PT Bayan Resources Tbk (BYAN)," tegas Direktur PT Pradiksi Gunatama Tbk, Tamlikho, dalam keterbukaan informasi tertulisnya.
Manajemen PGUN juga menambahkan bahwa perseroan maupun lini bisnis grup belum memiliki rencana untuk melakukan aksi korporasi berupa akuisisi terhadap saham BYAN. Selain itu, pihak manajemen juga belum menerima konfirmasi atau pemberitahuan resmi dari Pemegang Saham Pengendali maupun Ultimate Beneficial Owner (Pemilik Penerima Manfaat) mengenai rencana akuisisi tersebut.
Karena tidak adanya rencana aksi korporasi pengambilalihan, perseroan menyatakan tidak memiliki agenda keterbukaan informasi maupun timeline pelaksanaan akuisisi yang dapat disampaikan kepada publik atau pemegang saham.
Terkait tren peningkatan harga saham PGUN di bursa belakangan ini, manajemen menjelaskan bahwa pergerakan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor internal dan eksternal, seperti kinerja operasional perseroan, publikasi laporan keuangan, serta dampak dari dinamika pemberitaan di media massa.
Manajemen memastikan tidak ada informasi, fakta, atau kejadian material penting lain yang dapat mengganggu kelangsungan usaha perseroan maupun memengaruhi harga efek yang belum diungkapkan kepada publik sesuai ketentuan II.2.2 dan IV.2.2 Peraturan BEI No. I-E. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
