BCA Sekuritas
langen
Daily News

IPAC BERNIAT GO PRIVATE, TAWARKAN SAHAM PUBLIC Rp250 PER LEMBAR

Published On

11 September 2026

Related Stocks

Latest update: 08-09-2026, 05:11:pm

25327359

IQPlus, (11/9) - PT Era Graharealty Tbk (IPAC) berencana mengubah status perseroan dari perusahaan terbuka menjadi perusahaan tertutup (go private) sekaligus menghapus pencatatan sahamnya (delisting) dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

Rencana tersebut disampaikan perseroan melalui keterbukaan informasi kepada pemegang saham yang diterbitkan pada 11 September 2026. Perseroan juga telah menyampaikan permohonan pembatalan pencatatan saham kepada BEI pada 7 September 2026.

Manajemen menjelaskan, rencana go private dan delisting dilakukan karena adanya perubahan strategi bisnis sehingga perseroan tidak lagi membutuhkan pendanaan melalui pasar modal dan tidak memiliki rencana melakukan penggalangan dana melalui pasar modal di masa mendatang.

Selain itu, langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan efisiensi, termasuk menekan biaya operasional guna meningkatkan daya saing. Perseroan juga menginginkan fleksibilitas yang lebih besar dalam menjalankan kegiatan usaha, termasuk pengembangan bisnis dan restrukturisasi usaha jika diperlukan.

Saat ini, APAC Investment 2 Pte. Ltd. merupakan pemegang saham utama sekaligus pengendali Era Graharealty dengan kepemilikan 860,56 juta saham atau 90,60%. Sementara itu, masyarakat memiliki 89,31 juta saham atau 9,40% dari total 948,87 juta saham perseroan. Pemilik manfaat akhir APAC Investment 2 Pte. Ltd. adalah Morgan Stanley.

Jika rencana tersebut memperoleh persetujuan RUPSLB, APAC Investment 2 Pte. Ltd. akan melakukan Penawaran Tender Sukarela (VTO) untuk membeli saham yang dimiliki pemegang saham publik.

Jumlah saham yang menjadi sasaran VTO maksimal 89,31 juta saham atau sekitar 9,402% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh. Perseroan menetapkan harga penawaran sebesar Rp250 per saham.

Harga Rp250 per saham tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata harga tertinggi perdagangan harian saham ERA selama 90 hari terakhir sebelum pengumuman RUPS, yang tercatat sebesar Rp173 per saham.

Dalam keterbukaan informasi disebutkan, pemegang saham publik yang tidak bersedia menjual sahamnya melalui VTO akan tetap menjadi pemegang saham perseroan. Namun, apabila proses go private dan delisting telah disetujui, seluruh saham Era Graharealty tidak lagi tercatat di BEI dan perseroan berstatus perusahaan tertutup.

RUPSLB yang akan membahas rencana tersebut dijadwalkan pada 20 Oktober 2026 pukul 10.00 WIB di TCC Batavia Tower One, Jakarta Pusat, serta dapat diikuti secara elektronik melalui fasilitas eASY.KSEI.

Dalam RUPSLB, pemegang saham akan dimintai persetujuan atas perubahan status perseroan menjadi perusahaan tertutup, penghapusan pencatatan saham dari BEI, penunjukan profesi penunjang, serta perubahan anggaran dasar, termasuk penyesuaian nama perseroan.

Berdasarkan jadwal sementara, apabila seluruh proses berjalan sesuai rencana, masa VTO diperkirakan berlangsung pada 21 Desember 2026 hingga 19 Januari 2027, dengan pembayaran paling lambat 26 Januari 2027. Selanjutnya, BEI diperkirakan membatalkan pencatatan efek pada 18 Maret 2027. Namun, seluruh jadwal tersebut masih bergantung pada persetujuan OJK, BEI, KSEI, dan instansi berwenang lainnya.(end)