INTILAND (DILD) BIDIK MARKETING SALES RP1,95 TRILIUN PADA 2026
Share via
Terbit Pada
11 June 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 30-07-2025, 02:00:pm
16138673
IQPlus, (11/6) - PT Intiland Development Tbk (DILD) menargetkan marketing sales sebesar Rp1,95 triliun pada 2026, meningkat sekitar 21 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,61 triliun. Target tersebut dipasang di tengah proyeksi pasar properti yang masih bergerak selektif, dengan peluang pertumbuhan utama berasal dari segmen perumahan dan kawasan industri.
Direktur Utama Intiland, Archied Noto Pradono, mengatakan perseroan akan tetap menjalankan strategi bisnis yang konservatif dengan mengandalkan proyek-proyek yang telah berjalan. Sementara itu, pengembangan proyek baru tetap dipersiapkan secara selektif dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan daya serap konsumen.
"Tahun ini kami masih cenderung konservatif dengan mengandalkan proyek-proyek yang telah berjalan. Pengembangan baru tetap kami siapkan, tetapi pelaksanaannya akan sangat selektif, dengan mempertimbangkan kesiapan produk, momentum pasar, dan daya serap konsumen," ujar Archied. dalam keterangan tertulisnya.
Untuk mencapai target tersebut, Intiland menyiapkan sejumlah strategi, antara lain mengoptimalkan proyek berjalan, mempercepat penjualan stok siap jual, memperkuat segmen perumahan dan kawasan industri, serta menjalankan program pemasaran yang lebih terarah sesuai kebutuhan pasar. Perseroan juga tengah menyiapkan sejumlah proyek baru, termasuk pengembangan kawasan industri baru di Jawa Timur dan peluncuran Tower E apartemen SQ Res pada semester II 2026.
Di sisi kinerja, Intiland membukukan pendapatan usaha sebesar Rp619,8 miliar pada kuartal I 2026, turun 3,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pendapatan tersebut terdiri atas pendapatan pengembangan sebesar Rp387,1 miliar dan pendapatan berulang (recurring income) sebesar Rp232,6 miliar.
Kontributor terbesar pendapatan perseroan pada tiga bulan pertama tahun ini berasal dari recurring income sebesar Rp232,6 miliar atau 37,5 persen dari total pendapatan. Segmen kawasan industri menyumbang Rp227,4 miliar atau 36,7 persen, diikuti perumahan sebesar Rp121,9 miliar atau 19,7 persen dan high-rise residential sebesar Rp37,9 miliar atau 6,1 persen.
Selain mengejar pertumbuhan penjualan, Intiland juga terus memperkuat fundamental keuangan melalui strategi deleveraging. Pada 2025, perseroan berhasil menurunkan total utang sebesar 25 persen menjadi Rp3,08 triliun dari Rp4,11 triliun pada 2024. Menurut Archied, langkah tersebut penting untuk menjaga stabilitas usaha sekaligus memberikan ruang yang lebih besar bagi perseroan dalam menangkap peluang pertumbuhan di masa mendatang.
"Kami melihat peluang pertumbuhan masih terbuka, terutama pada segmen yang memiliki kebutuhan nyata dan daya serap pasar yang lebih kuat. Strategi pemasaran dan pengembangan kami jalankan secara lebih terukur agar dapat mendukung pencapaian target kinerja sekaligus menjaga fundamental Perseroan tetap sehat," kata Archied. (end)
