INJOURNEY PROYEKSI OKUPANSI HOTEL NAIK 10 PERSEN SAAT LIBUR LEBARAN
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
09 March 2026
06750623
IQPlus, (9/3) - Direktur Utama InJourney Hospitality, Christine Hutabarat memproyeksikan adanya peningkatan okupansi hotel hingga 10 persen saat momen libur panjang Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi pada bulan ini.
"Seperti proyeksi yang kami lakukan, kita akan sampai 10 persen peningkatannya dibandingkan tahun 2025," kata Christine dalam jumpa pers di Jakarta, Senin.
Lebih lanjut, ia menilai libur Lebaran dan Nyepi yang berlangsung berdekatan, ditambah dengan kebijakan bekerja dari mana saja (work from anywhere/WFA) dan cuti bersama, diharapkan mampu mendongkrak kinerja sektor industri pariwisata dalam negeri di kuartal pertama tahun ini.
"Tentunya kita juga melihat bahwa momentum Ramadhan dan Idul Fitri ini kami melihatnya sebagai katalis penting bagi pemulihan dan pertumbuhan sektor pariwisata domestik. Jadi ini hal yang sangat positif," ujar Christine.
"Ini memberikan momentum yang sangat positif tentunya bagi sektor pariwisata dan perhotelan," imbuhnya.
Selain itu, Christine mengatakan minat masyarakat untuk melakukan mudik atau pulang kampung dan menghabiskan waktu bersama keluarga untuk berlibur masih cukup tinggi.
"Minat masyarakat itu untuk melakukan perjalanan baik untuk mudik, maupun untuk berwisata itu cukup baik, ingin menghabiskan waktu bersama keluarga di berbagai destinasi," kata dia.
Hal itu, lanjutnya, salah satunya terlihat dari pemesanan awal (early booking) di hotel-hotel yang dikelola InJourney di berbagai kota wisata seperti Bali dan Yogyakarta.
"Dengan reservasi yang lebih awal atau early booking, kami benar-benar bisa melihat bagaimana antusiasme para traveler ini untuk memanfaatkan momen libur panjang selama dua minggu di situ (hotel pilihan)," ujar Christine.
Ia mencatat bahwa saat ini wisatawan domestik cenderung memanfaatkan libur panjang untuk melakukan liburan singkat (short getaway) ke kota-kota wisata dan menghabiskan waktu dengan aktivitas di hotel.
"Simpel, menginap di hotel, tidak perlu ke mana-mana. Jadi kami strateginya adalah bagaimana kita bisa membuat aktivitas yang banyak di hotel, karena hotel juga bukan sekadar tempat menginap satu, dua malam, tapi bisa beraktivitas macam-macam seperti yoga, boxing, dan program wellness," kata dia. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
