INET TAMBAH LINI USAHA BARU, BIDIK PELUANG BESAR PASAR PERALATAN TELEKOMUNIKASI
Share via
Terbit Pada
13 April 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 07-04-2026, 09:20:am
10232389
IQPlus, (13/4) - PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) atau Perseroan berencana melakukan ekspansi strategis dengan menambah kegiatan usaha baru di bidang Perdagangan Besar Peralatan Telekomunikasi (KBLI 46523). Rencana ini secara resmi telah dinyatakan layak berdasarkan Laporan Ringkas Studi Kelayakan yang disusun oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Syarif, Endang & Rekan per tanggal 7 April 2026.
Berdasarkan laporan tersebut, penambahan lini bisnis ini bertujuan untuk menangkap peluang dari tingginya penetrasi internet di Indonesia yang diproyeksikan mencapai 80,66% pada tahun 2025. Perseroan akan memfokuskan operasionalnya sebagai distributor perangkat infrastruktur jaringan, khususnya untuk ekosistem Fiber to the Home (FTTH) dan Fixed Wireless Access (FWA).
Dari sisi finansial, bisnis baru ini diproyeksikan memberikan kontribusi positif yang signifikan bagi emiten berkode saham INET tersebut. Perseroan diperkirakan akan mencatatkan tambahan laba bersih sebesar Rp4,66 miliar pada tahun pertama operasional (2026) dan diprediksi terus meningkat hingga mencapai Rp15,72 miliar pada tahun 2030.
Analisis kelayakan keuangan menunjukkan angka yang kuat dengan Net Present Value (NPV) positif sebesar Rp82,77 miliar dan Profitability Index (PI) sebesar 4,83. Selain itu, masa pengembalian investasi atau Payback Period (PP) dinilai sangat singkat, yakni hanya dalam waktu 1 tahun.Dalam menjalankan usaha ini, PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk akan mengoptimalkan 41 karyawan yang ada serta menugaskan tim khusus yang terdiri dari staf operasional, supervisor, dan manajer.
Strategi utama yang akan dijalankan mencakup pendekatan business-to-business (B2B), kemitraan strategis dengan prinsipal, serta penyediaan layanan purna jual untuk menjaga loyalitas pelanggan di tengah kompetisi pasar yang ketat. Secara keseluruhan, KJPP menyimpulkan bahwa rencana penambahan kegiatan usaha ini layak dari lima aspek utama: pasar, teknis, pola bisnis, model manajemen, hingga keuangan. Langkah ini diharapkan dapat menambah sumber pendapatan baru sekaligus meningkatkan kinerja keuangan Perseroan secara berkelanjutan. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
