BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    INDONESIA SERUKAN AKSI GLOBAL PULIHKAN EKOSISTEM LAUT DI WEF DAVOS

    Kategori

    Ekonomi Bisnis

    Terbit Pada

    23 January 2026

    02257493

    IQPlus, (23/1) - Indonesia menyerukan perlunya aksi global dalam memulihkan ekosistem laut dari dampak perubahan iklim, pencemaran, hingga praktik penangkapan ikan ilegal.

    Dalam forum Velocity of the Blue Economy, bagian dari World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Kamis (22/1) waktu setempat, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyatakan aksi global menjadi penting karena kerusakan laut menjadi ancaman serius bagi dunia.

    "Lautan kita menghadapi ancaman serius, pemanasan laut, meningkatnya keasaman, menurunnya stok ikan, dan pencemaran laut. Lautan kita memanggil kita semua untuk bertindak bersama menyelamatkan, dan mengelolanya dengan tanggung jawab," ujarnya dalam keterangan pers Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Jakarta, Jumat.

    Trenggono menyatakan Indonesia sebagai negara kepulauan menegaskan komitmen memimpin upaya global melalui program Ekonomi Biru.

    Ia menyebut pemerintah Indonesia telah memperluas kawasan konservasi laut hingga lebih dari 30 juta hektare, dengan target mencapai 97,5 juta hektare pada 2045.

    Sistem kuota penangkapan ikan juga disebutnya tengah disiapkan untuk menekan praktik penangkapan ikan berlebih (overfishing) dan ilegal atau illegal fishing.

    Selain itu, Trenggono menyebut budidaya perikanan dikembangkan secara inovatif, berkelanjutan, dan inklusif guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga ketahanan pangan.

    Ia menambahkan kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil juga dilindungi dari aktivitas ekonomi yang berpotensi merusak ekosistem.

    Trenggono menekankan pentingnya ekosistem pesisir sebagai penyerap karbon biru.

    Indonesia disebut memiliki cadangan karbon biru terbesar di dunia, menyimpan sekitar 17 persen cadangan global. (end/ant)