INDONESIA IDENTIFIKASI 8 BLOK BERPOTENSI BESAR UNSUR TANAH JARANG
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
10 February 2026
04025272
IQPlus, (10/2) - Indonesia telah mengidentifikasi delapan blok pertambangan dengan potensi besar unsur tanah jarang dan berencana meluncurkan dua proyek penelitian untuk mengembangkan teknologi pengolahan unsur tanah jarang, kata kepala badan industri mineral pemerintah pada hari Senin (9 Februari).
Indonesia, negara kepulauan dan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, memiliki cadangan besar sejumlah mineral penting serta deposit unsur tanah jarang. Unsur tanah jarang adalah kelompok 17 unsur termasuk 15 logam putih keperakan yang digunakan untuk membuat magnet yang pada gilirannya memberi daya gerak untuk kendaraan listrik, telepon seluler, dan sistem rudal.
Negara kepulauan ini juga merupakan produsen produk nikel terbesar di dunia serta pengekspor timah terbesar.
Ketua Badan Industri Mineral Brian Yuliarto mengatakan bahwa delapan blok pertambangan dengan potensi signifikan untuk unsur tanah jarang dan mineral strategis lainnya diidentifikasi di tempat-tempat seperti Kalimantan, Sulawesi, dan pulau Bangka Belitung.
"Selain unsur tanah jarang, beberapa blok ini juga mengandung beberapa mineral lain, yaitu tungsten, tantalum, dan antimon, yang memainkan peran sangat besar dalam industri pertahanan,"kata Yuliarto kepada anggota parlemen.
Blok-blok tersebut akan ditambang oleh perusahaan pertambangan milik negara yang baru, Perminas, tambahnya.
Yuliarto menolak memberikan rincian mengenai perkiraan cadangan mineral tersebut, tetapi mengatakan bahwa mereka memiliki cadangan yang "cukup menjanjikan" untuk bersaing dengan negara lain.
Ia mengatakan bahwa lembaganya berencana untuk meluncurkan dua proyek penelitian tersebut "dalam waktu dekat" di Mamuju, Sulawesi Barat, Indonesia bagian tengah, dan menambahkan bahwa proyek penelitian tersebut akan dilakukan secara paralel dengan persiapan eksplorasi pertambangan unsur tanah jarang. (end/Reuters)
Riset Terkait
Berita Terkait
