INDONESIA GANDENG UZBEKISTAN SEBAGAI MITRA EKONOMI
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
19 June 2026
16955979
IQPlus, (19/6) - Salah satu pelajaran terpenting dari perjalanan panjang perdagangan Indonesia yaitu diversifikasi. Saat ini, lingkungan global mengingatkan bahwa pertumbuhan di masa depan akan makin banyak berasal dari kawasan-kawasan berkembang dan koridor ekonomi baru. Inilah mengapa Indonesia memandang Asia Tengah sebagai salah satu kawasan paling menjanjikan untuk kerja sama dan berkolaborasi di masa depan.
Demikian disampaikan Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri saat memberikan pidato utama (keynote speech) pada Tashkent International Investment Forum 2026 yang diselenggarakan di Tashkent, Uzbekistan, Rabu (17/6).
"Asia Tengah kini bukan sekadar kawasan di antara ekonomi-ekonomi besar. Kawasan ini menjadi pusat strategis yang menghubungkan Asia, Eropa, dan Timur Tengah. Di dalam kawasan yang memainkan peran penting dalam perdagangan global tersebut, Uzbekistan muncul sebagai kisah sukses luar biasa. Reformasi ekonomi yang dilakukan oleh Pemerintah Uzbekistan memperkuat kepercayaan investor, mendorong pengembangan industri, dan meningkatkan konektivitas regional. Berbagai pencapaian tersebut menjadikan Uzbekistan sebagai salah satu mitra ekonomi paling menarik di kawasan,"jelas Wamendag Roro.
Wamendag Roro memaparkan bahwa perdagangan bilateral Indonesia-Uzbekistan terus menunjukkan tren positif dan terus bertumbuh. Bahkan di awal 2026, kedua negara secara resmi telah meluncurkan negosiasi Indonesia-Uzbekistan Free Trade Agreement (IU-FTA).
Menurutnya, Indonesia melihat inisiatif ini bukan hanya sebagai perjanjian perdagangan, tetapi sebagai jembatan yang menghubungkan Asia Tenggara dan Asia Tengah. Jembatan yang dapat memfasilitasi perdagangan, menarik investasi, memperkuat rantai pasokan, mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dan menciptakan peluang baru bagi masyarakat.
"Lebih penting lagi, hal ini dapat berkontribusi pada arsitektur ekonomi yang lebih tangguh dan terhubung," tambah Wamendag Roro.
Wamendag Roro menyebutkan, kisah perdagangan global selalu berhubungan dengan konektivitas. Indonesia percaya bahwa konektivitas bisnis merupakan fondasi kerja sama ekonomi yang berkelanjutan. Perjanjian perdagangan dapat membuka pintu peluang, tetapi interaksi antarpelaku usahalah yang mengubah peluang menjadi hasil nyata.
Dalam kesempatan ini, Wakil Menteri Investasi, Industri, dan Perdagangan Uzbekistan, Ibrohim Ergashev juga secara terbuka mengundang para mitra internasional, lembaga keuangan, dan sektor swasta untuk berkolaborasi dalam membangun jaringan konektivitas perdagangan masa depan di Asia Tengah. "Dalam lanskap perdagangan global yang tengah mengalami reorganisasi rantai pasok dan perubahan rute, wilayah Asia Tengah kini menempati posisi yang semakin strategis dan Uzbekistan aktif memposisikan diri sebagai platform logistik dan investasi industri yang menarik," ungkapnya. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
