INDOCEMENT RENOVASI RUMAH TUKANG BANGUNAN LEWAT PROGRAM SOSIAL
Share via
Terbit Pada
25 May 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 05-08-2025, 11:30:am
14458498
IQPlus, (25/5) - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk melalui produk Semen Tiga Roda merenovasi rumah para tukang bangunan di berbagai daerah melalui program sosial "Bangun Rumah Tukangku" sebagai bentuk apresiasi terhadap pekerja konstruksi.
Direktur Indocement produsen Semen Tiga Roda Troy D. Saputro dalam keterangannya di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin, mengatakan program itu menjadi bentuk penghargaan kepada para tukang bangunan yang disebut sebagai "pahlawan konstruksi Indonesia".
Program tersebut menghadirkan rumah layak huni bagi para tukang bangunan yang selama ini membantu membangun rumah masyarakat, namun belum mampu mewujudkan hunian nyaman untuk keluarganya sendiri.
"Ini adalah bentuk rasa terima kasih dari kami untuk pahlawan konstruksi Indonesia, para tukang bangunan. Kami ingin mewujudkan harapan mereka yang sudah membangun rumah banyak orang, bisa merasakan kenyamanan rumah mereka sendiri," ujar Troy dalam keterangannya.
Sepanjang Maret hingga awal Mei 2026, sebanyak 13 rumah telah selesai dibangun maupun direnovasi dan diserahterimakan kepada penerima manfaat. Sementara 19 rumah lainnya masih dalam proses pembangunan.
Program tersebut menyasar total 32 tukang bangunan yang tersebar dari Sumatera hingga Sulawesi, dengan 10 rumah di wilayah Jawa yang telah diserahterimakan secara bertahap di Kabupaten Bogor, Sukabumi, Garut, Brebes, Pekalongan, Kebumen, Sidoarjo, Tangerang hingga Cisarua, Kabupaten Bogor.
Endang, tukang bangunan asal Desa Nambo, Kabupaten Bogor, mengaku rumahnya sebelumnya berada dalam kondisi tidak layak huni.
"Rumah saya sebelumnya tidak layak dipakai, lantai retak, atap bocor, banyak sarang tawon, sekarang sudah bagus dan bisa dipakai," katanya.
Kondisi serupa dialami Marta, tukang bangunan asal Desa Leuwikaret, Kabupaten Bogor. Setelah puluhan tahun bekerja sebagai tukang bangunan, ia akhirnya dapat memiliki rumah layak melalui program tersebut.
Marta bersama istrinya, Itoh, sebelumnya tinggal di rumah panggung dengan kondisi memprihatinkan. Kondisi itu dinilai berbahaya karena Marta sudah mulai kesulitan berdiri dan berjalan akibat faktor usia.
Di Garut, tukang bangunan bernama Aep juga mengungkapkan rasa syukur setelah rumahnya direnovasi menjadi lebih layak. Istrinya, Siti Khodijah, mengaku keluarganya sebelumnya bahkan tidak memiliki toilet pribadi dan harus menumpang ke masjid.
"Akses menuju rumah kami susah, hanya bisa dilalui jalan kaki atau motor. Rumah kami tidak memiliki toilet, jadi kalau ke toilet harus menumpang ke masjid," ujar Siti.
Sementara itu, Welo, tukang bangunan di Tangerang, mengatakan rumahnya sebelumnya hampir roboh sehingga dirinya bersama sang kakak terpaksa tinggal menumpang di rumah tetangga.
Selain itu, Dodi, tukang bangunan di Cisarua, Kabupaten Bogor, turut merasakan kebahagiaan setelah memperoleh rumah layak di tengah kehamilan istrinya. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
