BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

INDEF NILAI MERGER BUMN HILANGKAN DUPLIKASI FUNGSI PERUSAHAAN

Kategori

Ekonomi Bisnis

Terbit Pada

22 July 2026

20243089

IQPlus, (22/7) - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menilai merger atau pembentukan holding BUMN menghilangkan duplikasi fungsi perusahaan, sehingga operasionalnya menjadi lebih ramping dan lincah.

"Melalui merger atau pembentukan holding, terjadi penghilangan duplikasi fungsi yang membuat perusahaan lebih ramping, lincah, dan kompetitif di pasar global," ujar Esther ketika dihubungi ANTARA di Jakarta, Rabu.

Esther berpandangan selain mengelompokkan BUMN berdasarkan klasifikasinya, pemerintah juga perlu mengurangi jenis BUMN, sehingga bisa lebih mudah dalam mengontrol dan memonitor perusahaan-perusahaan pelat merah tersebut.

Ia merasa restrukturisasi BUMN memang harus dilakukan, karena terdapat badan usaha yang kondisi keuangannya sehat, ada pula yang sakit, dalam hal ini merugi.

"Restrukturisasi finansial menyelamatkan BUMN dari utang dan memperbaiki neraca keuangan," ujar Esther.

Dengan demikian, tutur dia, BUMN yang sehat mampu memberikan dividen yang lebih optimal dan mendukung pendanaan proyek strategis nasional (PSN).

Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Dony Oskaria menegaskan komitmen pemerintah dalam melakukan transformasi dan restrukturisasi menyeluruh dengan memangkas 1.077 perusahaan menjadi sekitar 200-300 perusahaan.

Langkah tersebut dilakukan seiring dengan pembentukan Sovereign Wealth Fund Danantara, yang akan mengonsolidasikan aset-aset negara agar lebih terarah dan berdaya saing global.

Dony memaparkan bahwa saat ini terdapat 1.077 perusahaan di ekosistem BUMN yang sedang ditinjau secara fundamental untuk dirampingkan menjadi sekitar 200-300-an perusahaan pada tahun ini.

Dari hasil asesmen tersebut, BP BUMN membagi perusahaan ke dalam empat kuadran utama.

Pertama adalah Likuidasi bagi perusahaan yang beban utangnya jauh melebihi aset dan tidak memiliki daya saing pasar.

Kemudian, Koivestasi bagi perusahaan berskala kecil yang berada di luar bisnis inti, misalnya agen perjalanan milik BUMN energi.

Langkah yang krusial lain adalah penggabungan atau konsolidasi perusahaan berdasarkan sektor industri, seperti logistik, rumah sakit, hingga perhotelan agar memiliki skala ekonomi yang besar.

Lebih lanjut, pengembangan bagi BUMN strategis yang menjadi tulang punggung ekonomi dan pertahanan.

Selain perampingan, Dony juga menegaskan perubahan paradigma mendasar dalam interaksi antar-BUMN. Istilah "Sinergi BUMN" kini secara tegas diganti dengan kewajiban. (end/ant)