BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

INDEF : KEBIJAKAN PERTAHANKAN BI RATE PASTIKAN EKONOMI RIIL BERJALAN

Kategori

Ekonomi Bisnis

Terbit Pada

28 September 2026

27035499

IQPlus, (28/9) - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listyanto menilai kebijakan Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI-Rate memastikan ekonomi sektor riil seperti perumahan dan UMKM tetap berjalan.

"Ya, ini juga bagian dari upaya untuk tetap memastikan ekonomi sektor riilnya berjalan," ujar Eko saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin.

Dia mengatakan memang terdapat sedikit guncangan di sektor nilai tukar mata uang akibat kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed), yang menaikkan suku bunga acuan.

Namun, hal tersebut tidak bisa dihindari karena semua negara merasakan terutama negara berkembang di seluruh dunia merasakan dampak kebijakan The Fed tersebut.

"Kalau saya baca dari kebijakannya BI, upaya menahan BI Rate ini bagian dari setidaknya laju kredit itu, bunga kredit itu tidak langsung tiba-tiba pada menaikkan bunga, kira-kira begitu dari perbankan di tanah air. Hal itu memberikan optimisme, memberikan arah yang lebih agar bunga lebih terjangkau untuk sektor perumahan, terus kemudian juga UMKM," katanya.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti memandang tingkat BI-Rate yang saat ini tetap pada level 5,75 persen masih cukup untuk mendukung dan menjaga stabilitas di tengah era suku bunga global yang tinggi (higher for longer).

Destry mengatakan ekonomi domestik saat ini terus bergerak ke arah yang lebih baik sehingga bank sentral Indonesia juga turut mendukung arah tersebut melalui kebijakan makroprudensial, sistem pembayaran, serta kebijakan pendukung lainnya seperti pendalaman pasar keuangan, kebijakan UMKM, dan kebijakan regional.

Sementara itu, Deputi Gubernur Senior BI Aida S Budiman menambahkan bahwa bank sentral memilih untuk tidak menaikkan BI-Rate karena dapat berdampak pada kenaikan harga-harga di domestik.

Secara keseluruhan, meski terjadi kenaikan harga minyak global, ia menilai fundamental ekonomi domestik saat ini masih cukup baik karena ditopang oleh permintaan dan konsumsi domestik serta investasi.

BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada dalam kisaran 4,9-5,7 persen. (end/ant)