BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

IMPC CATAT PENDAPATAN BERSIH TUMBUH 23,1% HINGGA SEPTEMBER 2026

Terbit Pada

27 October 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 13-10-2026, 09:26:am

29958251

IQPlus, (27/10) - PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) mencatat pendapatan bersih Rp3,72 triliun pada sembilan bulan pertama 2026, tumbuh 23,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp3,02 triliun. Beban pokok pendapatan ikut naik 21,4% menjadi Rp2,24 triliun, tetapi lebih lambat dari pertumbuhan penjualan sehingga laba kotor terdongkrak 25,9% menjadi Rp1,49 triliun dari Rp1,18 triliun.

Beban usaha naik 22,3% menjadi Rp682,71 miliar. Perseroan berhasil menekan beban keuangan hingga 33,1% menjadi Rp52,83 miliar dari Rp78,95 miliar, sementara penghasilan keuangan naik lebih dari dua kali lipat menjadi Rp8,52 miliar. Penghasilan lainnya bersih juga bertambah menjadi Rp54,58 miliar dari Rp42,31 miliar.

Dengan komposisi tersebut, laba sebelum pajak melonjak 38% menjadi Rp813,54 miliar dari Rp589,59 miliar. Setelah beban pajak Rp164,19 miliar, laba bersih periode berjalan mencapai Rp649,34 miliar, naik 39% dari Rp467,18 miliar.

Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp640,23 miliar, tumbuh 37,5%, sedangkan kepentingan nonpengendali menyumbang Rp9,11 miliar. Laba per saham dasar naik menjadi Rp11,70 dari Rp8,58, dan total penghasilan komprehensif periode berjalan tercatat Rp660,80 miliar.

Di sisi neraca, jumlah liabilitas per 30 September 2026 tercatat Rp2,00 triliun, naik 4,6% dari Rp1,91 triliun pada akhir 2025. Liabilitas jangka pendek naik 22,4% menjadi Rp1,30 triliun, antara lain karena pinjaman bank jangka pendek yang membengkak menjadi Rp275,55 miliar dari Rp114,01 miliar. Sebaliknya, liabilitas jangka panjang turun 17,6% menjadi Rp702,09 miliar, seiring penurunan pinjaman bank jangka panjang neto sebesar 36,5% menjadi Rp276,46 miliar.

Jumlah aset naik 5,5% menjadi Rp5,60 triliun dari Rp5,31 triliun. Persediaan bertambah 13,1% menjadi Rp1,45 triliun, aset tetap bersih naik sekitar 10% menjadi Rp1,72 triliun, dan piutang usaha pihak ketiga naik 7,6% menjadi Rp785,87 miliar. Kas dan setara kas turun 21% menjadi Rp562,00 miliar dari Rp711,33 miliar. (end)