BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    HILIRISASI PANAS BUMI, PGEO KEMBANGKAN BOOSTER PERTANIAN RAMAH LINGKUNGAN BERSAMA UGM

    Terbit Pada

    05 May 2026

    Saham Terkait

    Terakhir diperbarui: 29-01-2026, 04:30:pm

    12435731

    IQPlus, (5/5) - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE atau IDX:PGEO) resmi memperluas pemanfaatan energi panas bumi ke sektor pangan melalui pengembangan inovasi booster pertanian ramah lingkungan. Langkah strategis ini ditandai dengan penandatanganan Joint Study Development Agreement (JSDA) Project Beyond-Katrili pada Selasa (5/5/2026).

    Dalam proyek ini, emiten berkode saham PGEO tersebut menggandeng dua mitra strategis, yakni Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) dan PT Agrotekno Estetika Laboratoris. Kolaborasi lintas sektor ini bertujuan menghasilkan solusi konkret bagi tantangan produktivitas pertanian, khususnya di wilayah sekitar operasional panas bumi seperti Sulawesi Utara.

    Inovasi Berbasis Silika dan Limbah Organik

    Produk yang dikembangkan, dinamai Katrili, merupakan booster pertanian yang mengintegrasikan riset energi panas bumi dengan teknologi pertanian. Inovasi ini memanfaatkan silika geotermal yang dipadukan dengan kitosan dari limbah kulit udang dan kepiting.

    "Hilirisasi energi menjadi kunci dalam memaksimalkan potensi sumber daya Indonesia. Ke depan, bisnis panas bumi tidak hanya berfokus pada listrik (beyond electricity), tetapi berkontribusi di berbagai sektor termasuk pertanian," ujar Direktur Operasi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Andi Joko Nugroho.

    Katrili berfungsi meningkatkan kualitas tanah, memperkuat daya tahan tanaman, dan mendorong hasil panen secara berkelanjutan. Saat ini, produk tersebut telah diaplikasikan pada berbagai komoditas pangan seperti padi, bawang merah, kacang batik, hingga tomat varietas Gustavi.

    Pendekatan Ilmiah Lintas Disiplin

    Dekan FT UGM, Prof. Ir. Selo, Ph.D., menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menjembatani riset laboratorium menjadi teknologi yang aplikatif bagi masyarakat.

    Ia menyebut pengembangan Katrili sebagai contoh nyata integrasi energi dan pangan untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah energi terbarukan global. Tim peneliti yang dipimpin oleh Dr. Pri Utami memastikan bahwa inovasi ini menggunakan pendekatan ilmiah lintas disiplin, mulai dari geologi, farmasi, hingga pertanian.

    Sementara itu, CEO PT Agrotekno Estetika Laboratoris, Alexander H. Soeriyadi, melihat potensi besar silika dalam meningkatkan kualitas hasil panen secara signifikan.

    Melalui proyek Beyond-Katrili, PGE berharap manfaat energi panas bumi dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat. Langkah ini diharapkan menjadi pendorong kemandirian energi dan ketahanan pangan nasional yang inklusif serta berkelanjutan di masa depan. (end)