BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

HEXINDO OPTIMISTIS KEJAR TARGET PENJUALAN USD589 JUTA HINGGA AKHIR 2026

Terbit Pada

22 September 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 17-09-2026, 04:31:pm

26442397

IQPlus, (22/9) - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) optimistis dapat mencapai target penjualan sebesar USD589 juta pada tahun ini. Target tersebut akan didukung oleh realisasi sejumlah pesanan yang sebelumnya tertunda, terutama dari pelanggan sektor pertambangan.

Finance Director Hexindo Adiperkasa, Yoshendri, mengatakan perseroan masih memiliki sejumlah backlog order yang belum dikirimkan kepada pelanggan pertambangan. Penundaan tersebut terjadi karena pelanggan masih menunggu penerbitan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).

Menurut Yoshendri, RKAB kini telah diterbitkan sehingga perseroan berharap aktivitas pertambangan kembali membaik. Kondisi tersebut diharapkan dapat mendorong realisasi pesanan yang sebelumnya tertunda dan mendukung pencapaian target penjualan perseroan.

Selain sektor pertambangan, Hexindo melihat peluang peningkatan permintaan dari sektor agribisnis seiring dengan kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO). Perseroan berharap dapat memanfaatkan potensi peningkatan permintaan alat berat dari sektor tersebut.

Yoshendri menjelaskan pada kuartal pertama tahun buku 2026 yang berakhir pada Juni 2026, perseroan belum dapat mengirimkan ekskavator jenis Giant Machine. Kondisi tersebut turut dipengaruhi persoalan RKAB yang baru diterbitkan pada kuartal kedua.

Dengan telah diterbitkannya RKAB, Hexindo menyatakan outstanding order yang dimiliki perseroan hingga Februari 2027 akan segera direalisasikan. Pesanan tersebut terutama berasal dari alat berat kelas 120 ton dan 200 ton.

Adapun hingga kuartal pertama tahun buku 2026, Hexindo membukukan pendapatan sebesar USD113,8 juta dan laba bersih USD4,9 juta. Sementara itu, target sepanjang tahun yang ditetapkan manajemen mencapai pendapatan USD589 juta dan laba bersih USD18,4 juta.

Manajemen menyatakan optimistis dapat mengejar target tersebut dengan dukungan realisasi backlog order dan potensi pemulihan aktivitas pertambangan serta peningkatan permintaan dari sektor agro. (end)