BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    HAULING ROAD DONGKRAK KINERJA, PENDAPATAN RMKE MELESAT 2,4 KALI DI Q1 2026

    Terbit Pada

    05 May 2026

    Saham Terkait

    Terakhir diperbarui: 08-04-2026, 04:31:pm

    12433986

    IQPlus, (5/5) - PT RMK Energy Tbk (IDX:RMKE), perusahaan penyedia jasa logistik batubara terintegrasi, berhasil mengawali tahun 2026 dengan pencapaian kinerja keuangan yang impresif. Perseroan mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp815,6 miliar pada kuartal pertama tahun 2026 (1Q 2026), tumbuh signifikan sebesar 2,4 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh performa solid dari segmen penjualan dan jasa batubara yang terakselerasi pasca beroperasinya jalur pengangkutan (hauling road) milik Grup sejak tahun 2025.

    Pertumbuhan Signifikan Segmen Penjualan Batubara

    Di segmen penjualan batubara, RMKE membukukan volume penjualan yang luar biasa mencapai 1,0 juta ton hingga Maret 2026, atau meningkat 3,8 kali lipat secara tahunan (year-on-year/YoY). Peningkatan volume ini dibarengi dengan kenaikan rata-rata harga penjualan batubara sebesar 5,6% YoY menjadi Rp611.396 per ton.

    Strategi Perseroan dalam memperluas basis pelanggan, termasuk pembelian batubara dari pelanggan baru yang terhubung langsung dengan fasilitas RMKE, menjadi motor penggerak utama. Langkah strategis ini memberikan fleksibilitas bagi RMKE untuk meningkatkan volume trading di tengah tren kenaikan harga batubara dengan memanfaatkan infrastruktur logistik yang terintegrasi.

    Hauling Road: Tulang Punggung Baru Pendapatan Jasa

    Segmen jasa pengangkutan batubara melalui hauling road menjadi primadona baru dengan lonjakan volume sebesar 5,4 kali lipat menjadi 470,2 ribu ton pada 1Q 2026 (vs 86,4 ribu ton pada 1Q 2025). Keberhasilan ini semakin krusial mengingat adanya regulasi Pemerintah Daerah yang melarang penggunaan jalan umum untuk angkutan batubara efektif per 1 Januari 2026, yang menjadikan hauling road RMKE sebagai infrastruktur vital di wilayah tersebut.

    Meskipun volume muatan tongkang mengalami penurunan musiman sebesar 14,4% YoY menjadi 1,7 juta ton akibat faktor cuaca ekstrem, periode administrasi RKAB di awal tahun, serta banyaknya hari libur nasional, dampak tersebut berhasil terkompensasi dengan sangat baik oleh kontribusi pendapatan dari segmen hauling road yang tumbuh pesat.

    Profitabilitas dan Efisiensi Keuangan yang Terjaga

    Sejalan dengan kenaikan pendapatan, RMKE berhasil membukukan laba kotor sebesar Rp101,2 miliar, tumbuh 19,6% YoY. Kontribusi laba kotor didominasi oleh segmen jasa sebesar 79,0% dan segmen penjualan sebesar 21,0%. Alhasil, Perseroan sukses mencatatkan laba bersih sebesar Rp55,7 miliar, atau naik 8,2% YoY. Dari sisi neraca, RMKE menunjukkan pengelolaan keuangan yang sangat sehat dengan rasio utang terhadap ekuitas (Debt to Equity Ratio/DER) di level 0,54 kali.

    Direktur Utama RMKE, Vincent Saputra, menyampaikan, "Kenaikan pendapatan yang signifikan pada kuartal pertama ini merupakan buah dari strategi integrasi hulu-hilir yang kami jalankan. Sebagian besar pertumbuhan segmen penjualan berasal dari pembeli strategis global. Dengan infrastruktur yang semakin lengkap, kami optimistis dapat terus meningkatkan volume trading dan mengoptimalkan margin saat harga pasar mendukung."

    Direktur Keuangan RMKE, Edwin, juga menambahkan: "Segmen jasa pengangkutan via hauling road telah membuktikan perannya sebagai kontributor utama dalam menjaga stabilitas kinerja saat periode low season di awal tahun. Dengan berlakunya larangan penggunaan jalan umum, hauling road kami kini menjadi aset strategis. Kami yakin dengan pondasi yang kuat dan cuaca yang mulai membaik, RMKE berada di jalur yang tepat untuk merealisasikan target tahun ini dan menangkap peluang pasar jangka panjang." (end)