HARGA SAHAM TURUN, MANAJEMEN TRINITI PROPERTI BUKA SUARA
Share via
Terbit Pada
04 June 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 04-06-2026, 11:43:am
15443215
IQPlus, (4/6) - PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) memberikan penjelasan resmi kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi dan penurunan tajam harga saham perusahaan yang terjadi belakangan ini. Surat tanggapan tersebut ditandatangani langsung oleh Direktur Utama Perseroan, Ishak Chandra, pada Kamis (4/6/2026).
Berdasarkan data dari pihak bursa, pada periode 18 hingga 25 Mei 2026, telah terjadi penurunan harga saham Perseroan secara kumulatif sebesar Rp133 atau merosot 21,98 persen. Harga saham yang semula berada di posisi Rp605 pada penutupan 13 Mei 2026, turun ke level Rp472. Penurunan harga ini juga dibarengi dengan lonjakan rata-rata aktivitas transaksi menjadi 4.394.900 saham dengan frekuensi 575 kali, dibandingkan sebelumnya yang hanya 2.447.900 saham dengan frekuensi 474 kali.
Merespons pergerakan pasar tersebut, manajemen menegaskan bahwa tidak ada informasi atau fakta material yang disembunyikan dari publik. "Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek Perseroan maupun keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 31/POJK.04/2015," ujar Ishak Chandra dalam keterangan tertulisnya.
Ishak juga menambahkan bahwa semua informasi penting yang sekiranya dapat mempengaruhi harga efek atau kelangsungan hidup perusahaan selalu disampaikan secara transparan melalui sistem SPE/IDXnet dan situs resmi perusahaan.
Tidak Ada Rencana Aksi Korporasi dalam 3 Bulan ke Depan
Selain masalah keterbukaan informasi, manajemen juga menjawab spekulasi mengenai kemungkinan adanya tindakan korporasi strategis dalam waktu dekat. Pihak Triniti Properti menegaskan bahwa dalam jangka waktu tiga bulan ke depan, belum ada agenda aksi korporasi yang akan mempengaruhi pencatatan saham di bursa. Meski manajemen senantiasa melakukan evaluasi terhadap berbagai alternatif strategi untuk pertumbuhan bisnis, hingga saat ini belum ada keputusan material yang ditetapkan.
Terkait dengan posisi pemegang saham utama dan pengendali, manajemen mengaku telah melakukan konfirmasi langsung. Hasilnya, dipastikan tidak ada rencana ataupun keputusan terkait perubahan kepemilikan saham mereka di Perseroan yang bersifat material untuk saat ini.(end)
Riset Terkait
Berita Terkait
