BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

HARGA MINYAK TURUN LEBIH DARI 2 PERSEN KAMIS KEMARIN

Kategori

Komoditi

Terbit Pada

14 August 2026

22525551

IQPlus, (14/8) - Harga minyak turun lebih dari 2 persen pada hari Kamis (13 Agustus) berbalik arah setelah sempat menguat selama sepekan karena investor menyoroti tanda-tanda melemahnya permintaan global serta lonjakan tajam cadangan minyak mentah AS.

Kontrak berjangka minyak mentah Brent dan AS memangkas kerugian setelah sempat anjlok lebih dari 3,5 persen di awal sesi akibat laporan serangan pesawat nirawak (drone) oleh kelompok Houthi Yaman terhadap kilang Saudi Aramco; insiden ini kembali memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan di tengah kondisi pasar global yang sudah ketat.

Harga minyak Brent berjangka ditutup turun US$1,91 (2,15 persen) menjadi US$87,07 per barel setelah mencatatkan kenaikan selama enam sesi berturut-turut, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS ditutup turun US$2,02 (2,4 persen) menjadi US$81,25 per barel setelah sempat menguat selama lima sesi.

Pada hari Rabu, para investor mencermati data dari Badan Informasi Energi (EIA) AS yang menunjukkan bahwa cadangan minyak mentah komersial AS mencatat kenaikan mingguan terbesar sejak Januari 2023 akibat penurunan ekspor.

EIA melaporkan bahwa cadangan minyak mentah meningkat sebesar 17,4 juta barel menjadi 424,4 juta barel pada pekan yang berakhir tanggal 7 Agustus, yang merupakan level tertinggi sejak 5 Juni.

Dalam laporan pasar minyak bulanannya, OPEC menurunkan perkiraan pertumbuhan permintaan minyak dunia untuk tahun 2026 menjadi 580.000 barel per hari.

Badan Energi Internasional (IEA) juga memperkirakan adanya kontraksi konsumsi sebesar 1,6 juta barel per hari (bpd) pada tahun ini naik dari perkiraan penurunan sebesar 1 juta bpd bulan lalu akibat tertekannya permintaan oleh harga yang lebih tinggi serta terbatasnya pasokan yang dipicu oleh konflik antara AS-Israel dan Iran.

Namun, harga sempat tertekan setelah laporan dari kantor berita Saba yang dikelola kelompok Houthi Yaman menyebutkan bahwa kelompok militan tersebut menyerang kilang Aramco di Jazan, Arab Saudi, menggunakan dua pesawat nirawak (drone) pada hari Kamis.

Berita mengenai serangan tersebut mendorong selisih harga (spread) produk diesel ke rekor tertinggi. Menurut situs web Saudi Aramco, kilang Jazan memiliki kapasitas produksi sebesar 250.000 bpd untuk jenis diesel dengan kandungan sulfur sangat rendah (*ultra-low sulfur diesel*). (end/Reuters)