HARGA EMAS STABIL USAI ALAMI PENURUNAN MINGGUAN TERBESAR SEJAK JUNI
Share via
Kategori
Komoditi
Terbit Pada
26 October 2026
29836975
IQPlus, (26/10) - Harga emas stabil setelah mengalami penurunan mingguan terbesar sejak Juni, di tengah pertimbangan para pedagang mengenai harga energi yang tetap tinggi menjelang pertemuan kebijakan Federal Reserve AS mendatang.
Emas diperdagangkan di kisaran harga US$4.000 per ons, setelah sempat turun lebih dari 4 persen pekan lalu ke level terendah sejak Juli.
Harga minyak sedikit terkoreksi dari level tertinggi dalam enam bulan, menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump kepada Fox News bahwa ia hampir sampai pada keputusan apakah akan mencapai kesepakatan dengan Iran atau justru kembali melancarkan serangan. Sementara itu, sentimen konsumen AS merosot ke level terendah dalam lima bulan pada bulan Oktober.
Ekspektasi mengenai arah suku bunga The Fed telah bergeser selama sebulan terakhir, yang menambah ketidakpastian terhadap prospek emas dalam jangka pendek.
Para pelaku pasar sempat meningkatkan spekulasi akan adanya kenaikan suku bunga pada bulan Oktober menyusul data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan, namun komentar dari sejumlah pejabat bank sentral kemudian meredam prediksi tersebut.
Saat ini, pasar memperkirakan peluang sekitar 10 persen bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga dalam pertemuan yang dijadwalkan akhir minggu ini; di sisi lain, tekanan inflasi akibat tingginya harga energi telah memicu spekulasi mengenai kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun 2026.
Harga emas spot turun 0,1 persen menjadi US$3.993,20 per ons pada pukul 08.18 pagi di Singapura. Harga perak naik 0,5 persen menjadi US$54,12 per ons, setelah sempat melemah 5,4 persen pada pekan lalu.
Harga platinum dan paladium mengalami kenaikan tipis. Bloomberg Dollar Spot Index, sebuah tolok ukur untuk mata uang AS, turun 0,1 persen. (end/Bloomberg)
Riset Terkait
Berita Terkait
