HARGA EMAS BERADA DI LEVEL $4.500 PER ONS
Share via
Kategori
Komoditi
Terbit Pada
20 August 2026
23128871
IQPlus, (20/8) - Harga emas mencatatkan kenaikan terbesar dalam enam bulan setelah Departemen Keuangan AS mengambil langkah mengejutkan untuk mengendalikan biaya pinjaman jangka panjang.
Harga emas diperdagangkan di atas US$4.500 per ons, setelah melonjak lebih dari 4 persen pada hari sebelumnya. Departemen Keuangan AS secara tak terduga mengumumkan peningkatan pembelian kembali (*buyback*) utang pemerintah berjangka panjang, yang mengisyaratkan keinginan untuk menurunkan biaya pinjaman setelah imbal hasil mencapai level tertinggi dalam beberapa dekade.
Departemen tersebut menyatakan pihaknya "meningkatkan setidaknya dua kali lipat skala operasi pembelian kembali untuk dukungan likuiditas" bagi surat berharga dengan tenor 10 hingga 30 tahun. Beberapa jam kemudian, terungkap bahwa total utang publik AS telah melampaui US$40 triliun untuk pertama kalinya. Angka tersebut kini telah melonjak sebesar sepertiganya dalam waktu kurang dari lima tahun.
Langkah ini mengisyaratkan dukungan resmi yang lebih besar bagi pasar obligasi pemerintah AS serta kondisi keuangan yang berpotensi lebih longgar, yang pada gilirannya menurunkan biaya peluang untuk memegang emas.
Namun, kenaikan lebih lanjut pada logam mulia ini mungkin tertahan oleh tekanan inflasi yang dipicu oleh sektor energi.
Harga minyak mempertahankan kenaikannya karena prospek kesepakatan damai antara AS dan Iran terkait Selat Hormuz masih suram, ditambah dengan perselisihan antara Uni Emirat Arab dan Iran yang turut meningkatkan ketegangan di Timur Tengah.
Harga emas spot naik 0,1 persen menjadi US$4.520,05 per ons pada pukul 07.21 pagi waktu Singapura. Harga perak menguat 0,1 persen menjadi US$67,01 per ons. Platinum dan paladium juga mencatat kenaikan tipis. Bloomberg Dollar Spot Index, sebuah tolok ukur mata uang AS, tidak banyak berubah setelah mengakhiri sesi sebelumnya dengan penurunan 0,8 persen. (end/Bloomberg)
Riset Terkait
Berita Terkait
