BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    GMF DUKUNG OPERASIONAL 12.654 PENERBANGAN PADA NATARU 2025/2026

    Terbit Pada

    14 January 2026

    Saham Terkait

    Terakhir diperbarui: 02-01-2026, 04:30:pm

    01358650

    IQPlus, (14/1) - PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) menuntaskan dukungan operasional untuk 12.654 penerbangan Garuda Indonesia Group selama periode puncak (peak season) Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 yang berlangsung pada 15 Desember 2025 hingga 11 Januari 2026.

    Direktur Utama GMF Andi Fahrurrozi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, mengatakan dukungan tersebut memastikan kesiapan armada serta kelancaran operasional di tengah peningkatan lalu lintas penerbangan dan lonjakan penumpang.

    "Kami terus melakukan peninjauan menyeluruh terhadap kesiapan tenaga kerja (manpower), ketersediaan peralatan (tools) dan material pendukung, kelengkapan dokumen dan maintenance record, kesiapan fasilitas perawatan pesawat di berbagai lokasi strategis, serta penyesuaian pola kerja manpower dan revitalisasi Ground Support Equipment (GSE)," kata Andi.

    Selama periode tersebut, GMF mendukung 12.654 penerbangan yang terdiri dari 6.264 penerbangan Garuda Indonesia dan 6.390 penerbangan Citilink, serta menjaga kesiapan hingga 97 armada per hari.

    Di luar Garuda Indonesia Group, GMF juga mengakomodir persiapan penerbangan lebih dari 20 pelanggan lainnya.

    Untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan optimal, GMF mengerahkan lebih dari 1.000 personel yang tersebar di 43 titik line maintenance stations di seluruh Indonesia.

    Penguatan sumber daya dilakukan secara khusus di Bandar Udara Soekarno-Hatta, Cengkareng, serta sejumlah multibase area yang mengalami peningkatan frekuensi penerbangan signifikan, antara lain Kualanamu (KNO), Surabaya (SUB), Denpasar (DPS), dan Makassar (UPG).

    Andi pun menyampaikan bahwa kesiapan sumber daya menjadi kunci dalam menjaga serviceability pesawat selama periode Nataru.

    Di tengah lonjakan aktivitas Nataru, Andi mengatakan tantangan utama GMF adalah menjaga kesiapan armada secara konsisten serta memastikan pemenuhan sumber daya perawatan.

    Untuk mengantisipasi hal tersebut, GMF membentuk tim khusus quick response yang siaga merespons potensi keterlambatan penerbangan (delay) dan gangguan operasional lainnya secara cepat dan terkoordinasi, sehingga kelancaran operasional tetap terjaga.

    "Keberhasilan peak season Nataru 2026 menjadi bukti komitmen GMF dalam menjaga keselamatan, keandalan, dan ketepatan layanan perawatan pesawat," ujar Andi.

    "GMF akan terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis maskapai dalam mendukung mobilitas masyarakat, khususnya pada periode-periode dengan tingkat operasional yang tinggi," imbuhnya. (end/ant)